XL – ITB Jalin Kerjasama di Bidang Cloud Computing

Pada tanggal 22 November 2012 kemarin, XL Axiata dan ITB menjalin kerjasama terkait riset layanan berbasis Cloud Computing. Kedua pihak sepakat mengikat kerjasama selama tiga tahun ke depan, dengan mencakup penelitian dan pengembangan terhadap beberapa bentuk aplikasi, sehingga nantinya aplikasi tersebut dapat dipasarkan dan dinikmati oleh segala lapisan masyarakat. Joedi Wisoeda sebagai Vice President Strategic Business & Innovation XL Axiata bersama Wakil Rektor ITB – Prof. Dr. Wawan Gunawan A. Kadir, MS menandatangani perjanjian kerjasama ini di Galeri Campus Center Timur ITB.

Dari siaran pers yang saya terima, Joedi Wisoeda mengatakan, “Hasil riset atau tugas akhir yang dilakukan di kampus jarang terpublikasi dan dikembangkan menjadi suatu produk yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Untuk itu, melalui kerjasama ini, kami berharap dapat memfasilitasi kreatifitas para mahasiswa ITB dalam menghasilkan karya-karya inovatif yang berguna bagi masyarakat luas dan kalangan industri.”

Pengembangan hasil riset ini akan dituangkan dalam bentuk aplikasi ataupun produk layanan lainnya yang siap untuk digunakan oleh masyarakat umum. Program pengembangan riset ini tidak hanya menciptakan suatu solusi baru, tapi juga melakukan analisa terhadap kebutuhan pasar. Selain ITB, XL telah menggandeng Universitas Indonesia dan Swiss German University untuk pengembangan riset komputasi awan dengan fokus bidang yang berbeda.

Dalam pandangan saya, kerjasama bidang riset yang dilakukan industri seperti XL sangat dibutuhkan dengan perguruan tinggi. Sehingga, perguruan tinggi dapat mengembang riset sesuai dengan tren yang berkembang di masyarakat dan yang diinginkan oleh industri untuk dikembangkan. Saya pribadi berharap tren ini terus berkembang dengan komunitas IT lainnya, baik itu komunitas blogger maupun komunitas developer.

Menjadi Mahasiswa Baru ITB

Tak terasa, waktu sudah bergulir begitu sangat cepat. Padahal aku baru merasakan duduk di bangku kayu berukuran kecil dengan meja berwarna-warni kontras. Di sekitarnya, anak-anak duduk dengan membawa tas mereka masing-masing dengan semangat. Bahkan, tidak sedikit pun dari mereka merengek-rengek lalu menghampiri orang tuanya. Itulah masa awal pendidikan aku, masa taman-taman kanak.

Satu tahun kemudian, seiring dengan lulusnya bapakku sebagai seorang sarjana, aku pindah dari kota kelahiranku, Bandung, ke kota di timur pulau Jawa, kota metropolitan kedua setelah Jakarta, yaitu Surabaya. Sebenarnya, aku bersama keluarga tinggal di Sidoarjo, kota satelit Surabaya.

Itulah sepenggal kisah awal masa-masa pendidikanku dahulu. Kini, 12 tahun kemudian, aku menyandang status sebagai mahasiswa. Aku sangat senang atas statusku saat ini. Terlebih lagi, aku meraih status ini melalui jalur rakyat, jalur penuh dengan usaha keras, jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Aku berhasil menancapkan sejarah di keluarga besarku sebagai satu-satunya yang masuk ke Perguruan Tinggi Negeri, tepatnya saya diterima menjadi mahasiswa Institut Teknologi Bandung, yang dikenal sebagai institut terbaik bangsa. Kebahagiaan ini sangat lengkap ketika Ibuku menangis bahagia ketika melihat namaku di pengumuman SNMPTN di internet. Walaupun senang, aku harus tetap melakukan apa yang menjadi tanggung jawabku sebagai MAHASISWA.

HIDUP MAHASISWA!!!

Posted from WordPress for iPhone.