Tak disangka, ternyata organ tubuh kita memiliki waktu piket tersendiri dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Silakan dibaca agar tubuh anda sehat optimum.
February 7, 2011 | Posted in Berbagi Cerita, Notes, Sehari-hari
Share goods for better future open web.
Tak disangka, ternyata organ tubuh kita memiliki waktu piket tersendiri dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Silakan dibaca agar tubuh anda sehat optimum.
February 7, 2011 | Posted in Berbagi Cerita, Notes, Sehari-hari
Tulisan ini disadur dari : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6709845
Quote:
mungkin tread ini
tapi karena banyak kaskuser yg masih salah paham tentang cara merawat batre laptop
jadi TS mau kasih info
TS ambil sumber dari treadnya MASTER BATRE ( bambangmuliyadi ) hehe : www.kaskus.us/showthread.php?t=4456152
February 4, 2011 | Posted in Teknologi
Tak perlu ditanya lagi, kota Bandung sudah sangat dikenal luas oleh para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain dijuluki sebagai Kota Kembang, kota tempat saya dilahirkan dan dibesarkan ini mendapat julukan sebagai kota 'Factory Outlet', kota kuliner dan lain sebagainya (termasuk kota sampah). Kali ini, saya ingin berbagi sekilas tentang Bandung dan kulinernya.
February 2, 2011 | Posted in Berbagi Cerita, Paris Van Java
Satu lagi berita yang cukup mendadak datang dari punggawa Apple, Steve Jobs. Hari ini, Steve mengambil cuti sakit lagi setelah sebelumnya mengambil cuti yang sama untuk menjalani transplantasi hati. Steve pun mengirimkan e-mail kepada seluruh karyawan Apple,
January 18, 2011 | Posted in Apple
January 10, 2011 | Posted in Lain-Lain
Sudah sering kita mendengar bahwa shalat adalah tiang agama. Shalat adalah amal yang paling pertama ditanya oleh Allah di hari kiamat. Jika shalat kita baik, baiklah seluruh amal perbuatan lainnya. Namun jika shalat kita jelek atau bahkan nol besar, maka buruklah semua perbuatan yang kita jalani, demikian petuah Nabi SAW kepada kita sekalian.
Sesekali kita perlu merenung, baikkah shalat yang kita kerjakan? Suatu waktu kita perlu berpikir, apakah shalat kita diterima di sisi-Nya? Bukankah Allah pernah berfirman celakalah orang-orang yang shalat? Siapakah di antara kita yang diterima shalatnya? Dan seperti apa tanda-tanda orang yang diterima shalatnya? Dalam sebuah hadits Qudsi disebutkan ada 5 tanda orang yang shalatnya diterima.
Pertama, dia yang merendahkan diri dengan shalatnya karena kebesaran Allah. Shalat yang diterima adalah shalat yang penuh kerendahan diri di hadapan kekuasaan dan kebesaran Allah SWT. Orang yang rendah diri akan mampu merasakan khusyu` dalam hatinya. Jiwanya sadar dan mengerti dengan siapa ia saat ini menghadap.
Karena itu, sebelum shalat, yang harus ditata terlebih dahulu adalah hati. Hati itu seperti pohon. Bila dahannya rindang, burung-burung pun senang hinggap di atasnya. Bila hati bercabang pikiran-pikiran dan nafsu pun senang bermain di dalamnya. Shalatlah shalat yang memutuskan perpisahan dari dunia. Allah tidak akan terasa bila urusan dunia menggelayut dalam hati.
Kedua, orang yang tidak menyombongkan diri kepada makhluk Allah. Rasa tawadhu` dengan sendirinya menghilangkan sikap angkuh dan sombong kepada sesama makhluk. Kekuasaan yang ada di genggamannya tidak menyebabkan dirinya lupa daratan lalu berbuat sewenang-wenang karena ia sadar bahwa kekuasan adalah amanat Allah.
Orang yang diterima shalatnya adalah orang yang tidak menyombongkan dirinya kepada siapa pun. Meski ia kuasa, pandai, dan kaya. Tidak termasuk orang yang diterima shalatnya kalau bertingkah sombong kepada sesamanya.
Ketiga, orang yang tidak mengulangi maksiat kepada Allah. Dalam hidup, sekali waktu kita pernah terjerembab dalam kubangan dosa. Mungkin di antara kita ada yang pernah memalsukan kwitansi jual-beli. Mungkin ada dari kita yang pernah menjadi tukang copet, koruptor, atau penjual kehormatan. Mungkin ada dari kita yang pernah berdusta, menggunjing, berbohong, menebar janji-janji `surga' kepada rakyat saat Pilkada yang tak ditepati. Kenanglah perbuatan masa lalu itu sebelum shalat, lalu lakukan shalat dengan hati taubat dan siap menghadap kepada-Nya.
Menangis dan mengemislah kepada Allah, memohon ampunan atas gulungan ombak dosa seraya berucap, “Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah.” Usai shalat, jangan ulangi maksiat yang pernah kita lakukan.
Keempat, orang mengisi sebagian siangnya dengan berzikir kepada Allah. Waktu bagi orang mukmin, amatlah berharga. Manajemen waktu dilaksanakan dengan penuh kedisplinan. Sebagian detik-detiknya ia lalui dengan meladeni Allah, bersimpuh sujud, ingat dan tawakkal kepada-Nya.
Nabi yang merupakan sosok dengan keterjagaan dari segala dosa, baik yang telah lewat maupun akan datang, toh beliau tidak jumawah. Beliau beristighfar memohon ampunan kepada Allah tidak kurang 100 kali dalam sehari. Bagaimana dengan kita?
Kelima, orang yang menyayangi orang miskin, orang dalam perjalanan, wanita yang ditinggal suaminya, dan yang mengasihi orang yang ditimpa musibah. Shalat yang dilakukan membekas dalam kehidupan sebagai khalifah Allah yang saling cinta-mencintai, sayang-menyanyangi antara satu dengan lainnya. Ibadah sosial menjadi warna-warni bunga hidupnya yang senantiasa ia berikan kepada siapa saja untuk membahagiakan diri orang lain yang membutuhkan.
Bila kelima ciri orang yang diterima shalatnya ini telah terpenuhi, maka kata Allah:
“Cahayanya bagaikan cahaya matahari. Aku lindungi dia dengan kekuasaan-Ku. Aku perintahkan malaikat menjaganya. Aku jadikan cahaya dalam kegelapannya. Aku berikan ilmu dalam ketidaktahuannya. Perumpamannya dibandingkan dengan makhluk-Ku yang lain adalah seperti perumpamaan firdaus di surga.”
January 7, 2011 | Posted in Islam