Apakah Shalat Kita Sudah Diterima?

Sudah sering kita mendengar bahwa shalat adalah tiang agama. Shalat adalah amal yang paling pertama ditanya oleh Allah di hari kiamat. Jika shalat kita baik, baiklah seluruh amal perbuatan lainnya. Namun jika shalat kita jelek atau bahkan nol besar, maka buruklah semua perbuatan yang kita jalani, demikian petuah Nabi SAW kepada kita sekalian.

Sesekali kita perlu merenung, baikkah shalat yang kita kerjakan? Suatu waktu kita perlu berpikir, apakah shalat kita diterima di sisi-Nya? Bukankah Allah pernah berfirman celakalah orang-orang yang shalat? Siapakah di antara kita yang diterima shalatnya? Dan seperti apa tanda-tanda orang yang diterima shalatnya? Dalam sebuah hadits Qudsi disebutkan ada 5 tanda orang yang shalatnya diterima.

Pertama, dia yang merendahkan diri dengan shalatnya karena kebesaran Allah. Shalat yang diterima adalah shalat yang penuh kerendahan diri di hadapan kekuasaan dan kebesaran Allah SWT. Orang yang rendah diri akan mampu merasakan khusyu` dalam hatinya. Jiwanya sadar dan mengerti dengan siapa ia saat ini menghadap.

Karena itu, sebelum shalat, yang harus ditata terlebih dahulu adalah hati. Hati itu seperti pohon. Bila dahannya rindang, burung-burung pun senang hinggap di atasnya. Bila hati bercabang pikiran-pikiran dan nafsu pun senang bermain di dalamnya. Shalatlah shalat yang memutuskan perpisahan dari dunia. Allah tidak akan terasa bila urusan dunia menggelayut dalam hati.

Kedua, orang yang tidak menyombongkan diri kepada makhluk Allah. Rasa tawadhu` dengan sendirinya menghilangkan sikap angkuh dan sombong kepada sesama makhluk. Kekuasaan yang ada di genggamannya tidak menyebabkan dirinya lupa daratan lalu berbuat sewenang-wenang karena ia sadar bahwa kekuasan adalah amanat Allah.

Orang yang diterima shalatnya adalah orang yang tidak menyombongkan dirinya kepada siapa pun. Meski ia kuasa, pandai, dan kaya. Tidak termasuk orang yang diterima shalatnya kalau bertingkah sombong kepada sesamanya.

Ketiga, orang yang tidak mengulangi maksiat kepada Allah. Dalam hidup, sekali waktu kita pernah terjerembab dalam kubangan dosa. Mungkin di antara kita ada yang pernah memalsukan kwitansi jual-beli. Mungkin ada dari kita yang pernah menjadi tukang copet, koruptor, atau penjual kehormatan. Mungkin ada dari kita yang pernah berdusta, menggunjing, berbohong, menebar janji-janji `surga’ kepada rakyat saat Pilkada yang tak ditepati. Kenanglah perbuatan masa lalu itu sebelum shalat, lalu lakukan shalat dengan hati taubat dan siap menghadap kepada-Nya.

Menangis dan mengemislah kepada Allah, memohon ampunan atas gulungan ombak dosa seraya berucap, “Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah.” Usai shalat, jangan ulangi maksiat yang pernah kita lakukan.

Keempat, orang mengisi sebagian siangnya dengan berzikir kepada Allah. Waktu bagi orang mukmin, amatlah berharga. Manajemen waktu dilaksanakan dengan penuh kedisplinan. Sebagian detik-detiknya ia lalui dengan meladeni Allah, bersimpuh sujud, ingat dan tawakkal kepada-Nya.

Nabi yang merupakan sosok dengan keterjagaan dari segala dosa, baik yang telah lewat maupun akan datang, toh beliau tidak jumawah. Beliau beristighfar memohon ampunan kepada Allah tidak kurang 100 kali dalam sehari. Bagaimana dengan kita?

Kelima, orang yang menyayangi orang miskin, orang dalam perjalanan, wanita yang ditinggal suaminya, dan yang mengasihi orang yang ditimpa musibah. Shalat yang dilakukan membekas dalam kehidupan sebagai khalifah Allah yang saling cinta-mencintai, sayang-menyanyangi antara satu dengan lainnya. Ibadah sosial menjadi warna-warni bunga hidupnya yang senantiasa ia berikan kepada siapa saja untuk membahagiakan diri orang lain yang membutuhkan.

Bila kelima ciri orang yang diterima shalatnya ini telah terpenuhi, maka kata Allah:

“Cahayanya bagaikan cahaya matahari. Aku lindungi dia dengan kekuasaan-Ku. Aku perintahkan malaikat menjaganya. Aku jadikan cahaya dalam kegelapannya. Aku berikan ilmu dalam ketidaktahuannya. Perumpamannya dibandingkan dengan makhluk-Ku yang lain adalah seperti perumpamaan firdaus di surga.”

Sumber : Muslim SAPPK ITB

TPB ITB 2010 : Cara Pembayaran Biaya Semester 2

Massa TPB ITB 2010,

Sebelumnya saya mengucapkan selamat liburan dan selamat menempuh segala macam tugas yang harus kalian lakukan selama liburan (melirik panitia Olimpiade ITB 2011). 😀
Mungkin sebagian besar kalian belum tahu bagaimana cara daftar ulang untuk semester 2 nanti. Nah, salah satu syaratnya adalah melunasi biaya untuk Semester 2. Total yang harus dibayar adalah :
1. Biaya Semesteran (lupa namanya) : Rp1.750.000
2. Biaya SKS : Rp125.000 per SKS (kecuali SBM)
Silakan hitung sendiri totalnya, karena tiap fakultas berbeda-beda.

Bagaimana cara melunasinya? LTPB ITB dan BNI memberikan 2 cara valid untuk mahasiswa TPB membayar iuran, yaitu :
1. Mentransfer total biaya di atas ke rekening BNI ITB dengan no rek : 90000 10 13.
2. Menyetor atau mentransfer total biaya di atas ke rekening virtual yang telah dibuat oleh BNI sesuai dengan keperluan dan NIM masing-masing. Berikut aturan rekening visual yang dimaksud :

Virtual Account :
3 digit awal : 988 (Kode BNI)
5 digit awal : 00210 (SPP Smt 2)
8 digit terakhir : no.tagihan berdasarkan NIM

Contoh :
Unyil dengan NIM 16510999 berarti rekening virtualnya adalah :
988 00210 16510999

Saya pribadi menggunakan cara kedua karena lebih aman dan terjamin bahkan nama kita tercantum pada resi sebagai tanda sudah lunas.

Sekian dari saya. Semoga dapat membantu.

Untuk Tuhan, Bangsa dan Almamater.

Fauzan Alfi A.
199.10.096
School of Architecture, Planning and Policy Development
Bandung Institute of Technology

iPhone 4 dan Telkomsel

Akhirnya, Telkomsel mengumumkan ketersediaan iPhone 4 di Indonesia mulai pada tanggal 17 Desember 2010. Bagi anda para pengguna iPhone sebelumnya atau bahkan berniat untuk membeli iPhone 4 dari operator Telkomsel, berikut penjelasannya.

Catatan : Dalam penulisan artikel ini, tidak ada permintaan atau dorongan dari pihak Telkomsel sebagai artikel berbayar. Artikel ini murni dari saya.

Ketersediaan

iPhone 4 Telkomsel akan mulai tersedia di pasaran mulai tanggal 17 Desember 2010. Selain dari GraPARI Telkomsel sendiri, iPhone 4 dapat didapatkan di Apple Premium Reseller, Oke Shop, Seluler Shop, Sarindo, Telesindo Shop, dan Global Teleshop. Telkomsel sendiri akan mengadakan eksibisi pada :

17 – 19 Desember 2010:
Lower Ground Floor Senayan City Jakarta
Lantai 5 Tunjungan Plaza 3, Surabaya
20 – 26 Desember 2010:
Ground Floor Mall Kelapa Gading 3 Jakarta

Paket iPhone 4 yang tersedia antara lain

Paket iPhone 4
kartuHALO* Turbo
kartuHALO*
Turbo Plus
kartuHALO*
Turbo Premium
Paket Bundling simPATI Turbo
Biaya Bulanan**
Rp 270.000
Rp 370.000
Rp 555.000
0
Gratis Bicara (Menit)**
0
180
360
0
Gratis SMS/MMS**
0 / 20
150 / 20
300 / 20
0 / 20
Gratis Data (MB)**
500
500
1.000
500
iPhone 4 16GB***
Rp 2.765.000
Rp 2.300.000
Rp 1.375.000
Rp 6.999.000
iPhone 4 32GB***
Rp 3.800.000
Rp 3.350.000
Rp 2.415.000
Rp 8.199.000


*)    Hanya tersedia di 15 GraPARI pilihan dan bagi pelanggan kartuHALO Corporate dan Platinum. Untuk pelanggan kartuHALO biasa, anda harus membeli Paket Bundling simPATI Turbo.
**)   Setiap bulan selama 12 bulan; Gratis Bicara berlaku untuk percakapan lokal semua operator; Gratis SMS & MMS berlaku untuk pengiriman sesama Telkomsel; Gratis Data hanya berlaku untuk penggunaan di wilayah Indonesia
***)  Paket simPATI sudah termasuk pajak, paket kartuHALO belum termasuk pajak

Tertarik? Tulis komentar anda di bawah ini!