Quick Review: Samsung Galaxy Note II

Ini merupakan pertimbangan gadget paling galau di hidup saya. Memilih antara Galaxy Note II dengan iPhone 5. Namun pada akhirnya, saya memutuskan untuk memilih Galaxy Note II dan kemudian menanti iPod touch 5th generation karena desainnya lebih lucu dan berwarna. Hhe.

Sudah beberapa hari, saya menggunakan Galaxy Note II ini sebagai primary smartphone saya. Ada beberapa keunggulan dan kekurangan dari generasi penerus Galaxy Note ini. Tanpa basa-basi, ini dia ulasan cepat saya untuk Galaxy Note II,

Hardware

Sama seperti perangkat Samsung lainnya, badan Galaxy Note II terbuat dari plastik dan terkesan murahan. Memang sangat disayangkan sekali. Layarnya yang berukuran 5.5 inci memang sangat kebesaran dibandingkan smartphone lainnya. Terkadang sulit untuk digunakan dengan satu tangan dan terkadang terlalu ribet untuk digunakan dengan dua tangan. Walaupun begitu, Galaxy Note II terasa nyaman untuk digenggam dengan tangan saya.

Banyak sekali fitur yang sama dengan Galaxy SIII dibenamkan pada Galaxy Note II. Tetapi, kebanyakan dari fitur itu sulit untuk digunakan bahkan setelah saya membaca tutorial yang diberikan. Ya, sangat membingungkan. Satu-satu fitur yang saya suka adalah menyapukan layar dari kanan ke kiri untuk mengambil screenshot layar. Unik, fungsional namun masih terasa kurang sreg untuk dilakukan.

NFC? Belum banyak perangkat yang beredar menggunakannya secara reguler sehingga saya belum dapat mencobanya.

Software

Galaxy Note II menggunakan Android 4.1.1 Jelly Bean dengan balutan TouchWiz UI. Mudah digunakan dan belum ada crash yang berarti hingga saat ini. Kecuali… ada satu layanan bernama CloudAgent yang membuat saya frustasi. Karena layanan itu, saya tidak bisa mengakses galeri foto saya. Satu-satunya cara adalah mematikan layanan itu via Application Manager.

Itulah yang saya suka dari Android. Mengeksekusi aplikasi jeroan dengan mudah layaknya tukang jagal. Terbuka Android atau bisa saya bilang… mudahnya Android untuk ditelanjangi memudahkan pengguna untuk mengkustom segala pengaturan yang ada hingga memasang custom ROM. Tetapi, buruknya dari keterbukaan ini adalah waktu kita hanya habis untuk mengkustom perangkat Android kita daripada menyelesaikan berbagai pekerjaan kita yang jauh lebih penting.

Ketika dipakai sehari-hari

Saya sangat suka S-Note dan S-Pen di Galaxy Note II. Saya sangat senang menggunakannya untuk menemukan berbagai ide desain rancangan tugas studio saya, hanya dengan langsung mencorat-coret di atas gambar preseden yang temukan di web. That’s it!

Lari? Ada aplikasi Nike+ Running yang bisa didapatkan dari Play Store. Namun dari percobaan yang saya lakukan, ‘sang pemandu lari’ terus bersuara ketika Galaxy Note II bergoyang mengikuti gerakan lari saya. Sangat. Mengganggu.

Kesimpulan cepat

Galaxy Note II adalah phablet terbaik dan (mungkin) terburuk yang pernah saya miliki. Memang. Karena ini adalah phablet pertama saya. Masih banyak hal yang harus diperbaiki Samsung, terutama dalam hal user experience. Bila kekacauan tidak pada Samsung, pasti kekacauan UX ada pada Android buatan Google sendiri. Ada kemungkinan saya akan melepas perangkat ini lebih cepat dari sebelumnya dan memutuskan untuk menukarnya dengan iPhone 5 bila sudah hadir resmi di Indonesia dan bila Samsung tidak segera memperbaiki masalah kecil namun sangat mengganggu itu.

Ngeblog Di Era Social Media

“Selamat Hari Blogger Nasional! Kapan terakhir kamu update blog-mu?”

Tweet bernada seperti ini banyak bermunculan hari ini. Tak ada salahnya dengan tweet tersebut karena kebanyakan para narablog mulai jarang memutakhirkan blog masing-masing. Yang ada pun malah sering mengoceh di Twitter. Mengapa hanya Twitter? Bagaimana dengan Facebook?

Ya. Twitter memang sebuah microblogging platform. Sekali ngepost cuma 140 karakter saja. Memudahkan bagi siapapun yang ingin berbagi banyak ide sepintas dalam sekejam. Tapi… kalo sudah pakai Twitter, ya gak usah kultwit juga! Ya. Bisa saya bilang bahwa kultwit itu sebuah penyimpangan penggunaan Twitter dan perbuatan sengaja melupakan kegunaan sejati sebuah blog.

Bagaimana dengan Facebook? Saya pribadi menggunakan Facebook sebagai identitas dan galeri kehidupan pribadi saya di dunia maya. Bagi yang ingin membuat identitas daring yang lebih sederhana, kamu bisa gunakan About.me. Memang tak banyak yang saya bagikan di Facebook kecuali foto dan berbagai aktivitas dari aplikasi lainnya yang sudah saya hubungkan.

Sekarang siapa pun memang bisa ngetweet, menyumbang ide atau bahkan nyampah dengan 140 karakter atau 256 karakter bagi pengguna App.net. Tetapi, hanya sedikit orang yang mampu menulis sebuah post yang baik dan bermanfaat. Lupakan segala macam teknis SEO karena SEO adalah akun media sosialmu sendiri.

Apa yang bisa narablog/blogger lakukan di era sosial media ini?
Keep posting your thoughts since your posts would never be drowned by any kind of ‘timeline’!

Catatan: Tulisan ini diterbitkan untuk merayakan Hari Blogger Nasional ke-5

Agar (Semoga Saja) Kicauan Anda Berbalas di Twitter

Sebenarnya tulisan ini bukan hanya tips atau trik agar tweet kamu mendapat balasan di Twitter, tetapi lebih kepada tanggapan atas artikel dengan judul ‘Agar Kicauan Anda Berbalas di Twitter’ di Tempo.co

Di artikel tersebut, ada 9 poin yang bisa dilakukan agar tweet atau kicauan seseorang di Twitter berbalas. Mari kita lihat satu per satu.

1. Miliki nama akun yang pendek dan masuk akal.

Nama akun yang normal maksimal adalah 15 karakter. Jika anda memiliki akun dengan nama aneh, maka jika di retweet orang akan semakin aneh, apalagi jika lebih dari satu orang meretweet. Anda bisa mengubah username kapan saja, tapi pikir-pikirlah jika nama akun anda lebih dari 10 karakter.

Untuk poin no. 1 ini, saya setuju dengan kata kunci ‘masuk akal’. Nama akun Twitter yang masuk akal tidak akan membuat pengguna lain merasa geli atau curiga apakah akun ini main-main atau dia emang alay sejati.

Continue reading

Rubrik Baru dari Dskon.com : ‘Onlineshops’ dan ‘Tiket Pesawat’

Seperti yang pernah diulas sebelumnya, Dskon menginjakkan kakinya pertama kali sebagai sebuah top deals aggregator di Indonesia. Visi Dskon cukup sederhana: Untuk menyediakan sebuah online platform kepada masyarakat Indonesia, dimana cukup dengan satu stop saja mereka bisa menemukan semua penawaran terbaik lokal yang ada. Dengan semakin berkembangnya Dskon, mereka kini tidak lagi puas hanya menjadi sebuah top deal aggregator. Setelah menganalisa kebutuhan lain para konsumen, Dskon mengambil sebuah langkah lanjut dengan membuat dua rubrik baru yang sangat menarik: “Onlineshops” dan “Tiket Pesawat”.

Melihat semakin banyaknya pengguna aktif internet, Dskon menyadari bahwa potensi trend belanja online semakin bertumbuh dengan berjalannya waktu. Ini juga dibuktikan oleh semakin meningkatnya jumlah toko online yang bermunculan di Indonesia.

“Onlineshops”: Cuplikan Informasi Toko-toko Online Populer Indonesia

Menanggapi ini Dskon membuat sebuah rubrik baru berjudul “Onlineshops”, dimana pengunjung akan menemukan daftar toko-toko online populer di Indonesia. Melengkapi nama toko-toko tersebut juga tertera cuplikan informasi tentang metode pembayaran, harga dan waktu pengiriman serta kebijakan pengembalian setiap toko. Selain itu, pengunjung juga bisa memberikan rating ataupun review tentang sebuah toko sesuai dengan pengalaman belanja mereka di toko tersebut.

Mencari Tiket Pesawat Murah Kini Sangat Mudah Dengan Dskon

Sangat menarik adalah rubrik baru kedua Dskon “Tiket Pesawat”. Dalam rubrik yang di-update setiap hari ini redaksi Dskon mengumpulkan promo-promo tiket pesawat dari seluruh maskapai penerbangan yang ada, baik tiket untuk tujuan nasional maupun internasional. Dengan begitu, mereka yang sedang berencana berlibur dan ingin mencari tiket pesawat murah tidak perlu lagi ekstra mencari travel agent atau mengecek seluruh situs resmi masing-masing maskapai penerbangan. Cukup dengan mengklik rubrik “Tiket Pesawat” di Dskon.com, Anda akan menemukan sebuah daftar lengkap promo tiket pesawat terkini dari seluruh maskapai penerbangan Indonesia.

Dengan dua rubrik barunya ini, Dskon berhasil menepati janjinya untuk memberikan layanan yang lebih baik lagi kepada para konsumen, dengan menjadi one-stop-shopping website yang pertama dan terbesar di Indonesia.

Mencari penawaran terbaik di Indonesia tidak pernah lebih mudah dari sekarang. Cukup kunjungi Dskon.com!

 

 

 

Tips Ngetweet Yang Benar

Twitter sudah menjadi media sosial yang digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Rasanya ngga pas kalo dalam sehari itu tidak ngetweet. Tetapi, sadarkah kamu kalo tweet kamu itu bisa mengganggu follower kamu sendiri. Bahkan, bisa mengganggu user lain yang tak kamu kenal!

Replying a tweet using RT? WHAT!!!

Satu hal yang sangat mengganggu di timeline saya (mungkin di timeline kamu juga) adalah :

Sangat mengganggu! RT bertubi-tubi! Beberapa teman saya tanya alasan mereka menggunakan cara tersebut. Alasannya adalah supaya mengetahui tweet sebelumnya mana yang dibalas. Alasan ini dulu bisa diterima dengan baik. Tapi, tidak untuk sekarang.

Untuk mengetahui pembicaraan kita sebelumnya di Twitter, kamu bisa gunakan fitur bernama Conversation. Berikut contoh tweet dengan fitur Conversation :

Untuk melihat pembicaraan sebelumnya, klik logo ‘chat bubble’. Maka, akan muncul segala pembicaraan sebelumnya seperti berikut :

Usahakan kalian membalas tweet teman anda dengan ‘Reply’ bukan ‘Retweet’ atau ‘Retweet with comments’. Bagaimana dengan ‘quote’? Itu adalah cara untuk mengkutip tweet teman anda. Secara teknis serupa dengan Retweet with comments, tapi secara artian, itu berbeda.

Developing….. (Masih banyak tips ngetweet yang baik dan benar akan saya tulis di artikel ini….)