Senandung Jawa Dua Dua : Extended Version

Puisi ini ..
adalah tumpahan emosi
sebuah batu
selembar kertas
sebuah tahta
seorang pemimpin
bab ke dua
yang terungkap
dalam jendela kecil
dengan bunga

_________________________________________

7:50:43 PM Fauzan Alfi Agirachman: ini yang ingin ku ungkapkan ..

7:52:41 PM Fauzan Alfi Agirachman: aku bertahta …
7:52:55 PM Fauzan Alfi Agirachman: karena pohon jati menginginkannya …
7:53:11 PM Fauzan Alfi Agirachman: membuat ketidakmungkinan …
7:53:14 PM Fauzan Alfi Agirachman: sebuah batu ..
7:53:16 PM Fauzan Alfi Agirachman: sebuah kertas ..
7:53:30 PM Fauzan Alfi Agirachman: sebuah tahta ..
7:53:37 PM Fauzan Alfi Agirachman: menjadi tinggi …
7:54:23 PM Fauzan Alfi Agirachman: sungguh ketidakmungkinan …

7:54:52 PM Fauzan Alfi Agirachman: itu aku …
7:54:56 PM Fauzan Alfi Agirachman: aku adalah batu
7:55:02 PM Fauzan Alfi Agirachman: aku adalah kertas

7:55:15 PM Fauzan Alfi Agirachman: pohon jati …
7:55:25 PM Fauzan Alfi Agirachman: adalah orang – orang
7:55:37 PM Fauzan Alfi Agirachman: dengan usia yang lebih tua dariku

7:55:54 PM Fauzan Alfi Agirachman: yang memaksaku
7:56:02 PM Fauzan Alfi Agirachman: menjadi tahta …
7:56:10 PM Fauzan Alfi Agirachman: di bulan dua belas
7:56:19 PM Fauzan Alfi Agirachman: entah mengapa
7:56:32 PM Fauzan Alfi Agirachman: batu menjadi tahta
7:56:38 PM Fauzan Alfi Agirachman: atau kertas menjadi tahta
7:56:47 PM Fauzan Alfi Agirachman: bahkan ‘tahta’ menjadi tahta
7:56:51 PM Fauzan Alfi Agirachman: bingung …
7:56:57 PM Fauzan Alfi Agirachman: ku bertahta
7:57:03 PM Fauzan Alfi Agirachman: bersama angin
7:57:15 PM Fauzan Alfi Agirachman: rumput …
7:58:07 PM Fauzan Alfi Agirachman: ranting …
7:58:12 PM Fauzan Alfi Agirachman: bunga …
7:58:36 PM Fauzan Alfi Agirachman: legislatif

8:10:33 PM Fauzan Alfi Agirachman: karung beras di belakang ga usah diajak bicara …
8:10:45 PM Fauzan Alfi Agirachman: karung beras bodoh
8:11:03 PM Fauzan Alfi Agirachman: tidak tahu kamus besar bahasa indonesia
8:11:26 PM Fauzan Alfi Agirachman: karung beras berasalkan karpet karet mobil …
8:11:38 PM Fauzan Alfi Agirachman: di atas kertas karung = tahta
8:11:52 PM Fauzan Alfi Agirachman: di dalam hati karung = sampah

8:12:15 PM Fauzan Alfi Agirachman: apakah itu terjemahan kamusnya ?
8:12:26 PM Fauzan Alfi Agirachman: kamus yang mengatur
8:12:41 PM Fauzan Alfi Agirachman: berbahasa harus dimulai dengan mempelajari katanya …
8:12:50 PM Fauzan Alfi Agirachman: rangkaian kata itu adalah senjatanya …
8:13:08 PM Fauzan Alfi Agirachman: sungguh merobek karung beras raskin itu …
8:13:10 PM Fauzan Alfi Agirachman: sobek …
8:13:12 PM Fauzan Alfi Agirachman: tumpah ..
8:13:16 PM Fauzan Alfi Agirachman: tak berguna lagi …
8:13:22 PM Fauzan Alfi Agirachman: karung itu …
8:13:23 PM Fauzan Alfi Agirachman: aku …

8:14:12 PM Fauzan Alfi Agirachman: setelah hijau selesai …
8:14:16 PM Fauzan Alfi Agirachman: mungkin karung itu …
8:14:23 PM Fauzan Alfi Agirachman: akan membuang tahtanya …
8:14:29 PM Fauzan Alfi Agirachman: karena kalah …
8:14:42 PM Fauzan Alfi Agirachman: oleh kamus besar bahasa indonesia!

8:29:52 PM Fauzan Alfi Agirachman: yang ingin kuubah tuh …
8:30:02 PM Fauzan Alfi Agirachman: sikap CENGOSnya!

8:34:07 PM Fauzan Alfi Agirachman: makanya di puisi disebut kamus …
8:34:16 PM Fauzan Alfi Agirachman: itulah kelebihannya …
8:34:19 PM Fauzan Alfi Agirachman: sekaligus …
8:34:22 PM Fauzan Alfi Agirachman: kekurangannya ..

8:35:45 PM Fauzan Alfi Agirachman: emg …
8:35:51 PM Fauzan Alfi Agirachman: udh dibilang juga …
8:35:54 PM Fauzan Alfi Agirachman: dia itu kamus …
8:36:03 PM Fauzan Alfi Agirachman: males banget bacanya …

8:41:15 PM Fauzan Alfi Agirachman: emg udh nasibnya …
8:41:27 PM Fauzan Alfi Agirachman: orang kampung jadi pemimpin
8:41:38 PM Fauzan Alfi Agirachman: orang kota doyan nyepet orang kampung

8:43:21 PM Fauzan Alfi Agirachman: memang …
8:43:28 PM Fauzan Alfi Agirachman: aku adalah orang kampung
8:43:47 PM Fauzan Alfi Agirachman: makan g pernah pake sendok + garpu
8:43:54 PM Fauzan Alfi Agirachman: sendok doang …
8:43:59 PM Fauzan Alfi Agirachman: ato g garpu doang …

8:44:13 PM Fauzan Alfi Agirachman: emang …
8:44:17 PM Fauzan Alfi Agirachman: aku terlahir ..
8:44:27 PM Fauzan Alfi Agirachman: diajar kurikulum babu
8:44:29 PM Fauzan Alfi Agirachman: dia …
8:44:36 PM Fauzan Alfi Agirachman: kurikulum pejabat …
8:44:40 PM Fauzan Alfi Agirachman: namun …
8:44:47 PM Fauzan Alfi Agirachman: dia sebejat babu …
8:44:49 PM Fauzan Alfi Agirachman: aku ?
8:44:55 PM Fauzan Alfi Agirachman: terserah kalian

8:48:09 PM Fauzan Alfi Agirachman: liburan?
8:48:15 PM Fauzan Alfi Agirachman: sekedar ke mall saja …
8:48:22 PM Fauzan Alfi Agirachman: aku harus merengek …
8:48:36 PM Fauzan Alfi Agirachman: seperti bayi kelaparan …

8:48:54 PM Fauzan Alfi Agirachman: liburan dengan alam ..
8:48:58 PM Fauzan Alfi Agirachman: mungkin bagus …
8:49:01 PM Fauzan Alfi Agirachman: tapi …
8:49:12 PM Fauzan Alfi Agirachman: untuk ke mall saja …
8:49:21 PM Fauzan Alfi Agirachman: ku merengek …
8:49:31 PM Fauzan Alfi Agirachman: apa lagi ke luar …
8:49:36 PM Fauzan Alfi Agirachman: ke tempat yang jauh …
8:49:43 PM Fauzan Alfi Agirachman: mungkin ..
8:49:50 PM Fauzan Alfi Agirachman: aku harus gantung diri dulu …

8:50:07 PM Fauzan Alfi Agirachman: meski aku yang punya koran …
8:50:14 PM Fauzan Alfi Agirachman: nasib keluargaku …
8:50:19 PM Fauzan Alfi Agirachman: seperti tukang koran

Senandung Jawa Dua Dua

Aku adalah batu
Terlihat namun tak diperhatikan
Berguna hanya sesaat
Alas sepatu adalah ciuman pertamaku

Aku adalah kertas bekas
Terbuang setelah terguna
Diremas sekuat tenaga
Hujan kubasah rusak dan hilang

Aku adalah tahta
Yang dianggap tinggi oleh kalian
Terguna jadi simbol
Perduli awal ditekan dibelakang

Aku adalah pemimpin
Pemimpin yang dibatukan
Pemimpin yang dikertaskan
Pemimpin yang ditahtakan

Itukah yang pantas untukku
Itukah yang kau akui
Jujurlah!
Katakan dengan suara hatimu
Kar’na ia tak pernah bohong

Lima lembar catatan
sudah kutulis
Inikah yang ke-enam
Tulisan yang menghapus aku
dari tujuh

Hijau mungkin bisa jadi akhir
Akhir aku jadi batu
Akhir aku jadi kertas
Akhir aku jadi tahta
Biarkan aku hampa
Menjadi manusia yang polos

Biar daun jago bahasa
Biar ranting bermesraan dengan bunga
Biar rumput bergoyang dengan angin
Biar legislatif memutus tanpa presensi

Mungkin catatan ini
sulit kau terjemahkan
sekalipun engkau
kamus berjalan

Catatan ini
kan kuhilangkan
bila batu dirangkul daun
bila ranting menghibur kertas bersama bunga
bila rumput merangkul tahta bersama angin
bila pemimpin diperhatikan legistatif

Itu saja
yang kuharapkan
dari lubuk hati paling dalam
demi menghidupkan kehidupan
atau kematian
dan semua teman – temannya
oleh sebuah permainan dingin

Salah siapa ? Mulutmu atau Telingaku ?

Bisa jadi, kelas sepuluh ge yang saya tempati hampir setahun ini dan yang bakal ditinggal karena mau hijrah ke kelas sebelas adalah kelas pang-unik-na sadunya. Entah mengapa gitu, hari ini, satu lagi kejadian unik yang sudah lumrah terjadi yaitu kesalahpahaman karena ketidakjelasan (bingung mencari istilah yang tepat untuk mengganti itu).

Mengapa saya katakan itu ? Beberapa kasus yang serupa membuat satu kelas kebingungan. Entah siapa yang menjadi pelaku dan korbannya. Sungguh.

Saya ambil contoh kasus hari ini.

Pagi hari, Bu Elly H. (Wali Kelas) datang dengan salamnya yang khas disertai stress (tekanan pada suku kata) yang unik.

Assalamu’alaikum!

Kebetulan hari ini adalah hari Jum’at. Waktunya membaca Al-Qur’an massal. Lima ayat kami baca dengan gaya baca Qur’an kita masing-masing. Dari mulai yang bisik-bisik kucing sampe kaya sound system 10.000 watt. Sesudah itu, 

Bu Elly : …. Ibu itu bingung. Kalian itu memang kelas yang paling aneh.

Anak2 : (bingung)

Bu Elly : Entah kalian lupa atau tidak mendengarkan apa yang sudah Ibu katakan.

Anak2 : (tambah bingung)

Bu Elly : Kalian semua mengumpul puisi yang terbaik menurut kalian tetapi tidak memenuhi syarat.

Anak2 : (bingung bab 2)

Bu Elly : Ibu sudah beritahu. Untuk puisi, disebutkan judul, pengarang, masalah yang ada, solusi dan sebagainya.

Saya : (ooo… yang itu. Kan Ibu bilangnya hanya mengumpulkan puisinya saja, tanpa kejelasan)

Flashback : Bu Elly : ” … Kalian fotocopy puisinya dan serahkan puisinya kepada kelompok – kelompok yang lainnya.”

Begitulah kasusnya, tolonglah kami para pembaca. Abang CEO butuh bantuan.

Siap – siap Olimpiade Fisika Tk. Kota Bandung *yang kedua kalinya

Hari ini, gue dapet ulangan Biologi tentang Animalia. Untung aja open book, coba aja kalo nggak. Dijamin mampus total! Secara gitu, bab tertebal sepanjang kelas X SMA itu pasti Animalia. Udah olahraga jari pagi – pagi, muncul Fisika, melanjutkan bahasan sebelumnya yaitu Listrik Dinamis.

*** (serasa cerpen, halah)

Trus, bel intirahat berbunyi dan datang sebuah kertas pada meja guru kelas gue. Di situ tertulis,

SURAT DISPENSASI

LATIHAN OLIMPIADE FISIKA KOTA BANDUNG

….

….

….

FAUZAN ALFI AGIRACHMAN

Akhirnya, dispen juga. Gue beresin tuh buku masukin tas yang berat gara – gara bawa Makbuk Blek. Langsung aja ke Lab. Fisika.

Sampe di area Lab., gue liat ternyata tim Biologi ama Kimia juga kumpul – kumpul di Lab-nya masing – masing. Trus, masuk ke Lab. Fisika dan ketemu ama yang laen.

Di sana, langsung gua tempa otak malas ini dengan soal Fisika yang wah. Alhasil, udah jam 2 siang lagi. Gue ama yang lain langsung cabut. Eits …, sebelumnya kita berdoa dulu. Semoga besok lancar. Amin.

Trus, gua cabut dan {seperti biasa} gua ke TBI, melihat keadaan rakyatku.