Meninggalkan Kemewahan Demi Mengejar Kemiskinan

Kini, semua orang senang meninggalkan kemewahan dan berusaha membabi buta mengejar kemiskinan apapun yang terjadi. Tak percaya? Kamu bisa lihat lingkungan sekililingmu.

Kamu adalah orang kaya jika kamu masih bisa melihat pepohonan lebat di sekitarmu.

Kamu adalah orang kaya jika kamu masih bisa menikmati ruang-ruang bermain dengan padang rumput ilalang menemani.

Kamu adalah orang kaya ketika kamu bisa menghabiskan waktu dengan teman-temanmu berlari dan bermain di sore hari tanpa dihantui rasa takut.

Kamu adalah orang kaya ketika kamu bisa menghayati sebuah ruang hijau berarti untuk hidupmu dan manusia di sekitarnya.

Lalu?

Kamu adalah orang miskin jika kamu senang tinggal di antara hutan beton tanpa adanya ruang publik hijau di antaranya.

Kamu adalah orang miskin jika kamu senang menghabiskan waktumu yang sempit di dalam pusat perbelanjaan yang besar dan penuh dengan barang-barang dengan harga yang mahal.

Kamu adalah orang miskin ketika kamu hanya ingin menikmati hidup dalam sebuah restoran mahal dengan makanan porsi sedikit.

Kamu adalah orang miskin ketika kamu menghilangkan ruang publik hijau untuk keegoisanmu belaka.

Maka?

Jadilah orang kaya dengan menghargai ruang publik terbuka hijau dan menghargai ruangmu menjadi sebuah meaningful place.

A space is not always a place. But a place is always become your meaningful space.

Seandainya Ada Jalur MRT Di Bandung

Setelah pernah berkunjung ke Malaysia dan Singapura, ekspektasi saya akan transportasi publik yang layak semakin tinggi terutama di kota Bandung. Bagi warga Bandung sendiri, transportasi publik tidak bisa dilepaskan dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari dan transportasi publik itu adalah angkutan kota atau angkot.

Angkot menjadi transportasi publik pilihan utama warga Bandung terutama pelajar karena menjangkau banyak area dan ongkosnya terjangkau. Tetapi, angkot sendiri memberi kesan buruk bagi pengguna jalan. Pengendaranya yang ugal-ugalan. Penumpang memberhentikan angkot untuk naik atau turun seenaknya. Angkot sering ngetem di jalan raya yang padat akan kendaraan atau bahkan di jalan sempit asalkan dianggap potensial dapat mengangkut calon penumpang. Itu sangatlah buruk karena membuat jalanan tidak tertib dan kemacetan bisa terjadi karena hal konyol itu. Halte atau area yang tersedia pun kurang dimanfaatkan dengan baik. Selain itu, pengelolaannya yang bersifat kekeluargaan dan/atau menggunakan sistem koperasi yang tidak terkendali membuat segala semrawut. Oleh karena itu, saya menyimpulkan bahwa Bandung butuh MRT.

MRT di Bandung

MRT tak hanya menjadi solusi dari angkutan kota yang semrawut. Tetapi juga, MRT berpotensi memindahkan warga yang menggunakan motor secara individu menjadi pengguna MRT. Terlebih lagi, pengguna motor individual (satu motor untuk satu orang) yang membludak membuat jalan semakin lebih kacau.

Setelah saya menelaah dan melihat jalur lalu lintas utama yang ada, Bandung minimal memiliki 6 jalur MRT antara lain:

    1. Center Line (Pasteur – Husein Sastranegara – Cicaheum)
    2. North West Line (Setiabudi – Sukajadi – Leuwipanjang)
    3. North Center Line (Setiabudi – Cihampelas – Kebon Kalapa)
    4. North East Line (Dago Atas – Merdeka – Kebon Kalapa – Buah Batu)
    5. South Line (Husein Sastranegara – Gedebage)
    6. Circle Line (Pasir Koja – Tegal Lega – Lingkar Selatan – Riau – Dago – Husein – Jamika – Pasir Koja)

Contoh Rincian Jalur

Center Line
Pasteur – Husein Sastranegara – Hasan Sadikin – Cipaganti – Cihampelas – Tamansari – Dago – Gasibu – Pusdai – Pahlawan – Cidurian – Surapati – Cicaheum
North West Line
Setiabudi – Sukajadi – Hasan Sadikin – Pasir Kaliki – Stasiun Hall – Tegalega – Leuwi Panjang
… dan sebagai nya

Saya sangat rindu apabila kalimat ini diucapkan di dalam setiap perjalanan,

Stasiun selanjutnya, Cicaheum. Stasiun salajengna, Cicaheum. Next station, Cicaheum.

Semoga MRT di Bandung bisa terwujud… kelak.

My Bold Move – Resign

Sudah kurang lebih 4 tahun (awal Oktober 2012), saya berkontribusi di MakeMac sebagai penulis. Banyak tulisan yang saya hasilkan di sana dari mulai ulasan aplikasi hingga berita singkat sekalipun. Dari mulai jaman Steve Jobs baru merilis iPhone 3G sampai Tim Cook masuk menjadi halaman muka Business Bloomberg.

Namun untuk tahun 2013 hingga tahun kelulusan, saya akan memfokuskan diri sebagai mahasiswa Arsitektur ITB dan lulus dengan hasil memuaskan (lalu menjadi seorang Information Architect). Sehingga, saya memutuskan diri untuk mengundurkan diri dari MakeMac sebagai penulis/kontributor.

Walaupun saya telah keluar, di masa yang akan datang saya tetap akan menerbitkan tulisan di MakeMac (dan beberapa blog teknologi lainnya di Indonesia) secara freelance. Kamu masih bisa menemui saya di blog ini atau via Twitter.

Ciao!

XL – ITB Jalin Kerjasama di Bidang Cloud Computing

Pada tanggal 22 November 2012 kemarin, XL Axiata dan ITB menjalin kerjasama terkait riset layanan berbasis Cloud Computing. Kedua pihak sepakat mengikat kerjasama selama tiga tahun ke depan, dengan mencakup penelitian dan pengembangan terhadap beberapa bentuk aplikasi, sehingga nantinya aplikasi tersebut dapat dipasarkan dan dinikmati oleh segala lapisan masyarakat. Joedi Wisoeda sebagai Vice President Strategic Business & Innovation XL Axiata bersama Wakil Rektor ITB – Prof. Dr. Wawan Gunawan A. Kadir, MS menandatangani perjanjian kerjasama ini di Galeri Campus Center Timur ITB.

Dari siaran pers yang saya terima, Joedi Wisoeda mengatakan, “Hasil riset atau tugas akhir yang dilakukan di kampus jarang terpublikasi dan dikembangkan menjadi suatu produk yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Untuk itu, melalui kerjasama ini, kami berharap dapat memfasilitasi kreatifitas para mahasiswa ITB dalam menghasilkan karya-karya inovatif yang berguna bagi masyarakat luas dan kalangan industri.”

Pengembangan hasil riset ini akan dituangkan dalam bentuk aplikasi ataupun produk layanan lainnya yang siap untuk digunakan oleh masyarakat umum. Program pengembangan riset ini tidak hanya menciptakan suatu solusi baru, tapi juga melakukan analisa terhadap kebutuhan pasar. Selain ITB, XL telah menggandeng Universitas Indonesia dan Swiss German University untuk pengembangan riset komputasi awan dengan fokus bidang yang berbeda.

Dalam pandangan saya, kerjasama bidang riset yang dilakukan industri seperti XL sangat dibutuhkan dengan perguruan tinggi. Sehingga, perguruan tinggi dapat mengembang riset sesuai dengan tren yang berkembang di masyarakat dan yang diinginkan oleh industri untuk dikembangkan. Saya pribadi berharap tren ini terus berkembang dengan komunitas IT lainnya, baik itu komunitas blogger maupun komunitas developer.

Makna Hari Pahlawan Bagi Saya

Hari ini. 10 November 2012.

Untuk kesekian kalinya, kita merayakan Hari Pahlawan. Sejatinya, Hari Pahlawan dirayakan pada 10 November bertepatan dengan peristiwa penyerangan Belanda ke kota Surabaya.

Namun sebenarnya, Hari Pahlawan bisa bermakna lebih luas lagi. Hari Pahlawan adalah hari dimana kita masih mengakui adanya pahlawan di negeri ini. Siapapun itu dan di mana pun itu jika dia atau mereka adalah pahlawan bagimu, ucapkan rasa terima kasihmu padanya. Dan tak lupa ucapkan puji syukur kepada-Nya karena engkau telah dipertemukan dengan dia sebagai pahlawan dalam hidupmu.

Bagiku. Pahlawanku adalah ayah dan ibuku.

Selamat Hari Pahlawan!

Quick Review: HTC Windows Phone 8X dan 8S

Setelah merilis Windows 8 di Indonesia, Microsoft pun bersiap-siap untuk merilis sistem operasi mobile terbaru, Windows Phone 8. Pada hari Selasa kemarin, saya diundang oleh Microsoft Indonesia untuk menghadiri blogger gathering pre-launch di kantor mereka di bilangan SCBD Jakarta. Di sana, saya dan beberapa blogger, diperkenalkan dengan platform Windows 8 yang baru saja dirilis di Indonesia dan Windows Phone 8 beserta SDK-nya. Namun yang menarik di pertemuan kali ini, untuk pertama kalinya HTC memperkenalkan Windows Phone 8X dan 8S di Indonesia.

Head of Product Marketing HTC Indonesia, Samudro Seto, menjadi pemandu kami dalam perkenalan Windows Phone 8X dan 8S by HTC. Samudro menyebutkan bahwa 8X dan 8S merupakan satu-satunya varian produk Windows Phone yang menyematkan brand Windows Phone pada produknya.

Di dalam presentasinya pula, Samudro menjelaskan berbagai keunggulan dua ponsel pintar ini. Dari segi desain, HTC 8X dan 8S diilhami dari Tiles yang menjadi tampilan utama Windows Phone. Ketika saya mencoba menggunakannya, kedua ponsel ini sangat nyaman untuk digenggam terutama 8X karena menggunakan bahan polycarbonate. Sayangnya, 8S hanya menggunakan plastik berkualitas tinggi saja.

Perbedaan yang mencolok antara HTC 8X dan 8S adalah kamera depan, ukuran layar, microSD dan berat-ringannya dari ponsel itu sendiri. Kamera depan sebesar 2 megapixel hanya dibenamkan di HTC 8X. Yang paling keren dari kamera depan ini adalah dia mampu mengambil gambar hingga menjangkau 88 derajat dari hadapan kamera. Sehingga, kamu akan mendapati gambar lebih lebar dengan kamera depan. Kamera belakang yang dibenamkan di HTC 8X sebesar 8 megapixel dan 5 megapixel pada HTC 8S. Kedua kamera memiliki fitur autofocus dan f2.8 aperture sehingga sangat baik dalam mengambil gambar suasana kurang cahaya.

Layar yang dibenamkan pada 8X lebih lebar daripada yang dimiliki 8S. Windows Phone 8X memiliki layar 4.3 inci dan 8S sebesar 4 inci. Kapasitas ruang penyimpanan yang dimiliki 8X hanya 16 GB tetapi tidak dapat diperluas dengan microSD tambahan. Sementara itu, 8S hanya memiliki ruang penyimpanan sebesar 4 GB saja namun dapat diperluas dengan microSD. HTC 8X memiliki berat 130 gram dan diandalkan sebagai ponsel pintar yang paling ringan di dunia bahkan lebih ringan dari iPhone 5. Satu hal lagi dan layaknya pada seri HTC One, HTC 8X dan 8S pun dibenamkan fitur Beats Audio untuk menambah pengalaman mendengarkan musik

Saat sesi informal, saya sempat berbincang-bincang dengan Pak Samudro dari HTC bersama Wiku dari Trenologi. Pak Samudro menyebutkan bahwa kedua produk ini akan dirilis ke pasar Indonesia pada minggu ke-4 bulan November ini dan akan menggandeng Telkomsel serta XL sebagai partner penyediaan paket bundling.

Kesimpulan

Sejauh ini, Windows Phone 8X dan 8S by HTC merupakan smartphone dengan Windows Phone terbaik yang pernah ada dan pernah saya coba. Yang saya paling suka dari HTC 8X dan 8S adalah bentuknya yang sangat nyaman ketika digenggam dan kameranya yang luar biasa. Saya pun berharap bisa mencoba ponsel ini lebih lama dan mengupasnya lebih banyak lagi, semoga suatu saat saya diberi kesempatan itu. Walaupun begitu, saya sangat merekomendasikan kedua ponsel ini terutama Windows Phone 8X untuk Anda miliki.

Kedua ponsel ini menggunakan Windows Phone 8 dengan tampilan Windows 8 Style UI (nama baru dari Metro UI) yang sangat menyegarkan. Ditambah lagi, fitur Kid’s Corner yang memberi ruang bagi anak anda menggunakan ponsel tanpa mengganggu data kita dan Room yang memungkinkan kita mengirimkan pesan singkat gratis dan berbagi gambar hanya dengan kelompok orang yang kita kehendaki. Dua hal yang paling krusial dan hilang di Windows Phone 7.x seperti akses ke USSD code dan mengambil screenshot pun akhirnya muncul di Windows Phone 8.

Secara user experience, Windows Phone 8 lebih unggul dari Android. Walaupun sudah ada 150.000 aplikasi di Windows Phone 8 Store, ekosistem aplikasi harus terus dikembangkan. Hei, para developer, sudahkah kamu mengembangkan aplikasimu di platform Windows Phone 8?