Sponsored Video: Ciptakan Musik Kreatif Dengan Intel-powered Tablet & Flume

Siapa sih sekarang yang tak kenal tablet atau komputer sabak? Gawai atau gadget ini sudah tidak asing lagi bagi kita, utamanya kamu yang senang menikmati konten menarik di Internet atau membaca buku digital di mana pun kamu berada. Bahkan, pasti ada di antara kalian yang menggunakan tablet sebagai pengganti komputer jinjing untuk mendukung pekerjaan sehari-hari.

Tapi, tahukah kalo tablet bisa melakukan hal-hal keren dan kreatif yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya?

Saya menemukan sebuah video keren yang diunggah oleh Intel di YouTube. Kamu akan melihat betapa hebatnya sebuah tablet yang ditenagai prosessor Intel bisa melakukan hal seperti berikut:

Yep! Ini merupakan kolaborasi keren Intel dengan Flume. Ternyata, potensi sebuah komputer tablet apalagi yang ditenagai oleh Intel sangatlah luar biasa besar dan bisa menghasilkan musik sekeren itu. Jadi, tablet tidak hanya bisa dipakai sebagai e-book reader, bermain gim atau pengolah kata tetapi bisa melakukan hal-hal luar biasa sekeren Intel-powered tablet.

Dibalik layar kolaborasi ini sangat menarik juga untuk ditonton. Siapa tahu kamu bisa membuat hal yang serupa dengan Intel-powered tablet. 😀

Disclamer: Tulisan ini disponsori oleh Intel.

Cuti Dari ReMo

Masuk ke tahun ke-4 dari perkuliahan, saya memutuskan untuk istirahat sejenak dari rutinitas saya di Mozilla Reps mulai bulan November 2013 hingga bulan Agustus 2014. Ya. 10 bulan hiatus. Waktu yang cukup panjang. Semoga ini menjadi langkah tepat bagi saya untuk memusatkan fokus pada prioritas teratas.

Lalu, apa yang akan saya lakukan dari detik ini hingga November 2013? Saya masih menjalankan aktivitas saya … and I’m still a proud Mozillian (dan membereskan hutang saya akan postingan blog dari kegiatan sebelumnya)

I got my Starbucks Card!

Hari ini, saya melihat keramaian tersendiri soal Starbucks di sepanjang linimasa Twitter. Ternyata, Starbucks Indonesia baru saja meluncurkan Starbucks Card yang bisa didapatkan di outlet Starbucks terdekat.

Desainnya sangat unik membuat saya tertarik untuk memilikinya. Setelah saya mengecek situs resmi Starbucks Card, ternyata outlet Starbucks terdekat dengan rumah saya, di Trans Studio Mall (TSM) pun menyediakan Starbucks Card. Tanpa pandang bulu, saya langsung menuju TKP setelah sebelumnya menghadiri seminar di IM Telkom. Sesampainya di TSM, saya langsung menghampiri barista untuk mendapatkan Starbucks Card.

Sebagai loyalty dan reward card, kita harus mengisi saldo di dalamnya minimal Rp100.000,- dan maksimal Rp2.000.000,-. Saya memutuskan untuk top-up saldo sebesar Rp100.000,- saja dan memilih Starbucks Card dengan desain ‘Coffee and Tea’. Selain itu, saya pun mendapatkan minuman gratis berukuran Tall karena membeli Starbucks Card pada hari peluncurannya.

Walaupun sempat terjadi masalah ketika transaksi, akhirnya saya bisa membawa pulang Starbucks Card. Sebelum meninggalkan outlet, saya pun membagikan gambarnya di Path.

 

Dengan memiliki Starbucks Card, ada banyak benefit yang bisa didapatkan. Kamu bisa mengetahuinya lebih lanjut di www.sbuxcard.com.

Enjoy,
Fauzan

#LatestLog – Hanya Sebuah Update

Akhirnya saya bisa menulis lagi di blog yang sudah agak berdebu ini. Padatnya kegiatan kuliah membuat saya jarang menulis di blog. Yang ada hanya meracau di Twitter, mengomentari apa yang sedang terjadi setiap harinya (apa lagi yang sedang ramai dibahas secara viral di linimasa)

Banyak sekali update yang ingin saya bagikan selama saya menghilang dari dunia per-blog-an, antara lain

I Got Medium-ed!
Alhamdulillah setelah sekian lama hanya menjadi pembaca, saya pun ‘diizinkan’ untuk menulis di Medium. Terima kasih untuk Wiku yang sudah membantu. Bagi yang belum tahu Medium, silakan dikunjungi situsnya. Banyak sekali tulisan yang menarik untuk disimak, cocok bila ditemani dengan segelas lemon tea hangat di sore hari. Kedepannya, saya akan menulis sebuah blog berseri di sana namun topiknya masih belum ditentukan.

Super Mentor!
Saya bergabung menjadi Super Mentor dari gerakan #teachtheweb – Mozilla Webmaker. Saya ingin para pengajar maupun para profesional di Indonesia utamanya di bidang Web ikut aktif berpartisipasi dalam #teachtheweb. Saya yakin Web menjadi sumber daya paling murah dan mudah untuk belajar dan menyuarakan pendapat kita sebaik-baiknya dan bertanggung jawab

Book-ing
Saat ini saya mengerjakan sebuah proyek. Semoga buah dari proyek ini bisa Anda dapatkan dalam beberapa waktu kemudian dari Amazon.com atau paling tidak… di Gramedia.

#bukannantiaja
Kali ini, saya masih mengelola situs NantiAja.com dan sudah sekian lama saya belum memperbaharui konten di dalamnya. Perkuliahan benar-benar membunuh produktivitas saya di situs ini karena prioritas saya sedang difokuskan di ranah akademis. Rencananya saya akan merancang ulang NantiAja.com dari sangat dasar.

Itu saja. Terima kasih sudah membaca.

Refleksi : Keseimbangan dan Pedoman Hidup

Tak mungkin semua hal bisa didapatkan dengan mudah. Mungkin tidak semua tetapi mayoritas seperti itu. Ya. Segala hal yang kamu lihat diluar sana bisa didapatkan dengan usaha. Besarnya usaha yang kamu lakukan akan menentukan seberapa besar hasil yang akan kamu dapatkan.

Tak sedikit orang yang menginginkan sesuatu di luar batas kemampuan mereka. Entah itu kemampuan fisik mereka ataupun kemampuan finansial mereka. Ada orang yang bermegah-megahan dengan dompet tebal namun tidak bisa mendapatkan suasana yang homie di rumahnya. Sebaliknya, banyak orang mendapati suasana keluarga yang aman dan tentram sekalipun kondisi ekonominya sangat terhimpit. Keduanya saling melengkapi. Hitam putih. Langit bumi. Yin yang.

Kehidupan di muka bumi ini memiliki hukum keseimbangannya. Ketika seseorang sedang berlebih-lebihan, dia akan mendapati sesuatu yang berkurang dari dirinya hingga mencapai titik keseimbangan. Ibarat kadar kesenangan dia mencapai 7 dari 10 maka dia akan mendapatkan kadar kesedihan hingga mencapai keseimbangan di angka 5 dari 10 bagi kedua sisi.

Pentanyaannya adalah apakah kita hanya bisa ikhlas dengan hukum keseimbangan yang ada? Jawabannya: antara ya atau tidak. Tidakkah kita terpikirkan untuk memperluas ‘kadar keseimbangan’ kita? Perluas saja dari kadar 10 (yang sebelumnya dicontohkan) menjadi 20 dan seterusnya. Tetapi, berhati-hatilah dapat memperluas kadar ini karena setiap orang memiliki batas maksimumnya. Tinggi kadar keseimbangan itu seperti tingginya sebuah pohon. Semakin tinggi pohon tersebut, semakin besar angin yang berhembus. Semakin tinggi kadar yang ditingkatkan, semakin besar godaan yang didapatkan.

Perlukah kita khawatir akan itu? Tidak, jika kamu memiliki pedoman hidup yang seteguh-teguhnya pedoman hidup layaknya akar pohon yang kuat menghujam ke dalam tanah. Satu-satunya adalah agama/keyakinan kita. Kembali mari kita tanyakan pada diri kita masing-masing: sudahkan kuat ‘pedoman hidup’ kamu untuk menghadapi kerasnya kehidupan?