Aku punya iPhone.

Akhirnya, saya memiliki salah satu gadget impian yaitu iPhone. Posting ini diterbitkan langsung dengan iPhone.

Awal semester 2 diawali dengan pindah kelas! Yeah, setelah 3 bulan, menetap di lab. Fisika, sekarang menetap di kelas di dekat Masjid. Moga-moga makin shaleh aja. Amin.

UAS, Ujian atau Cobaan?

Sudah dua hari, saya merasakan hari -hari yang lepas dari yang namanya UAS. Ujian Akhir Semester, bagi sebagian besar mengganggap hari – hari adalah waktu untuk menguji sejauh mana mereka memahami seluruh materi yang didapat selama 6 bulan pertama namun tak sedikit yang mengganggap sebagai jurang yang harus diloncat dengan menghalalkan segala cara.

Menghalalkan segala cara? Sebuah frase yang sangat halus untuk kata kerja ‘mencontek’.

Mengapa banyak siswa – siswi lebih mencontek daripada mengerjakan soal – soalnya sendiri?

Niat dan tujuan yang sudah melenceng. Saya bertanya kepada beberapa teman saya dan hasilnya, tujuan mereka untuk belajar adalah untuk mendapatkan nilai yang memuaskan dan sekedar lulus. Sungguh, visi dengan jangka waktu yang sangat pendek dimana seharusnya memikirkan visi jangka panjang.

Inikah generasi muda yang diharapkan bangsa ini?

Gardu Lantu :: Acara Sosial Batagor Selanjutnya (Need Backup. Roger that! Apdet!)

Kemaren, saya dapet panggilan dari Aki Herry untuk datang ke IBCC untuk membicarakan acara makan bareng anak panti asuhan. Sebelumnya saya dapat titah juga untuk membuat desain kaos untuk acara ini dan logo untuk acara ini. Sebelum ke tujuan, saya mampir dulu ke The Max Shop buat beli Macbook Keyboard Protector.

Sesampainya di tujuan, Aki Herry sudah ada ditempat, begitu pula DB dan Mbak Shasya.

Selanjutnya yang datang, Mas Koen, Bayu, Wijooyoo dan lain – lain.

Terus, rapat dimulai dan hasilnya :

Ketua Panitia / Kumendan : Fauzan Alfi A. (saya sendiri)
Wakil & Dana Usaha : Aki Herry
Publikasi : Mas Koen
Bendahara : Mbak Shasya
PJ Acara : Bayu
PJ Panti Asuhan : Wijooyoo
PJ Logistik : DB

Terus, saya pamit duluan bareng sama Mas Koen yang mau cari MiniDVi-to-VGA adapter buat Makbuk barunya.
Pulang dan onlen lagi di rumah.

Festival Jajanan Bango 2008 :: Bukti Cinta Masyarakat Akan Warisan Kuliner Nusantara

Bandung (KS.org)
Meskipun jaman sudah berganti menjadi jaman globalisasi, namun masyarakat Indonesia masih tetap sangat mencintai makanan – makanan khas Nusantara di tengah serbuan makanan – makanan yang berasal dari luar Indonesia. Hal ini ditandai dengan serbuan masyarakat ke Festival Jajanan Bango 2008 di Lapangan Gasibu Bandung.

Masyarakat Kota Bandung menikmati beraneka ragam makanan dari kota yang dijuluki sebagai Parisj Van Java ini. Dari mulai baso tahu goreng yang diwakili oleh Batagor Riri hingga makanan manis penutup yang sangat terkenal seantero Jawa Barat bahkan Indonesia yaitu Es Oyen.

Antusiasme masyarakat akan Festival Jajanan Bango sangat membludak. Bahkan, jika kita datang ke sana, serasa seperti lautan manusia yang berduyun – duyun ingin menikmati berbagai macam kuliner khas Bandung. Tidak ada satu meja tidak terisi oleh pengunjung. Akibat dari membludaknya jumlah pengunjung, kondisi lalu lintas sekitar kawasan Gasibu sangat padat. Tidak macet hanya padat merayap.

Saat waktu menunjukkan pukul 15.00 WIB dan langit sudah terlihat mendung, hujan mulai turun dengan derasnya. Namun dengan hujan yang sangat deras ini, tidak menyurutkan niat masyarakat untuk datang ke Festival Jajanan Bango ini.

***

n.b. : Posting ini didedikasikan untuk mengikuti Lomba Blog Bango 2008.