Passing Grade SMA Negeri Kota Bandung 2008-2009

Berikut ini adalah passing grade untuk SMA Negeri Kota Bandung yang terbentuk saat PSB Tahun 2008 yang lalu. Tabel dibawah ini diambil dari koran Pikiran Rakyat tanggal 24 Juni 2009 hal. 22.

“Passing Grade” SMA Negeri Kota Bandung 2008 / 2009

SMA
PG
SMA
PG
SMAN 1
34,65
SMAN 15
31,85

SMAN 2

35,20
SMAN 16
32,45
SMAN 3
36,40

SMAN 17

32,15
SMAN 4
34,50
SMAN 18
31,40
SMAN 5
36,00
SMAN 19
32,45
SMAN 6
32,20
SMAN 20
34,90
SMAN 7
33,40
SMAN 21
32,00
SMAN 8
35,65
SMAN 22
34,35
SMAN 9
33,25
SMAN 23
33,50
SMAN 10
33,80
SMAN 24
35,40
SMAN 11
34,25
SMAN 25
32,55
SMAN 12
34,20
SMAN 26
32,20
SMAN 13
32,15
SMAN 27
32,60
SMAN 14
33,30
Sumber : Pikiran Rakyat

Passing Grade PSB SMP Negeri Kota Bandung Tahun 2008

Berikut ini adalah passing grade untuk SMP Negeri Kota Bandung yang terbentuk saat PSB Tahun 2008 yang lalu. Passing grade ini menjadi patokan untuk PSB Tahun Ajaran 2009/2010 dan kenaikan PG itu ditentukan berdasarkan jumlah dan minat para pendaftar. Diprediksikan NEM akan naik sebanyak 2 poin berdasarkan rumor yang berkembang.

“Passing Grade” SMP Negeri Kota Bandung
PSB 2008 / 2009
SMP
PG
SMP
PG
SMPN 1
24,80
SMPN 27
22,50
SMPN 2
26,05
SMPN 28
23,40
SMPN 3
20,00
SMPN 29
18,75
SMPN 4
22,28
SMPN 30
24,30
SMPN 5
25,65
SMPN 31
22,60
SMPN 6
21,96
SMPN 32
19,30
SMPN 7
25,00
SMPN 33
19,25
SMPN 8
24,85
SMPN 34
23,30
SMPN 9
23,25
SMPN 35
20,27
SMPN 10
20,90
SMPN 36
18,35
SMPN 11
22,80
SMPN 37
20,60
SMPN 12
22,50
SMPN 38
18,60
SMPN 13
24,25
SMPN 39
17,90
SMPN 14
25,15
SMPN 40
20,25
SMPN 15
21,15
SMPN 41
21,45
SMPN 16
22,65
SMPN 42
20,50
SMPN 17
23,65
SMPN 43
20,60
SMPN 18
22,60
SMPN 44
22,80
SMPN 19
21,00
SMPN 45
20,75
SMPN 20
21,15
SMPN 46
22,10
SMPN 21
17,80
SMPN 47
22,40
SMPN 22
22,35
SMPN 48
20,95
SMPN 23
19,85
SMPN 49
21,60
SMPN 24
17,00
SMPN 50
22,55
SMPN 25
21,65
SMPN 51
21,05
SMPN 26
21,15
SMPN 52
19,45

Asam–Basa Ulang Tahun Sang Maestro

Teman–teman sekelas termasuk gua, tidak menyadari bahwa hari ini, guru yang kami sekelas katakan sebagai satu–satunya guru yang benar–benar pure seorang guru (piss, buat guru–guru yang lainnya :). ) yaitu Ibu Hj. Cholifah, guru Kimia SMA Negeri 5 Bandung. Nama Beliau sungguh melegenda di jagad almamater SMA Negeri 5 Bandung dan hari ini, tepat berumur 59 tahun. Dengan kata lain, tahun depan Beliau akan pensiun. :(. Continue reading

Ujian Kenaikan Kelas :: Istilah Baru Lagi …

Pertama – tama, sebelum ke permasalahan utama. Ada yang mau diumbar masalah UKK.

Entah mengapa, sudah menjadi kebiasaan buruk dari pemerintahan kita, mau pemerintah nasional, provinsi, kota/kabupaten, ampe RT bahkan “pemerintahan sekolah” yaitu gonta – ganti nama istilah ujian.

Timeline Istilah Ujian

Untuk Ujian Akhir Semester II :

1980s : EBTA ( Evaluasi Belajar Tingkat Akhir)

1990s : Tes Sumatif

2000 : Ujian Akhir Semester

2004 : Uji Kompetensi B….. Akhir Semester (lupa)

2008 : Ujian Kenaikan Kelas

Untuk Ujian Nasional :

1980 : EBTANAS (Evaluasi Belajar Tingkat Akhir Nasional)

1990 : gak tahu

2000 : UAN (Ujian Akhir Nasional)

2004 : UN (Ujian Nasional)

2008 : UN (Ujian Nasional), UASBN (Ujian Akhir Nasional Berstandar Nasional) *untuk SD

Untuk Seleksi Masuk PTN :

1990 : Sipenmaru (Sistem Pemerimaan Mahasiswa Baru)

2000an : SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru)

2008 : SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional)

 

Begitulah sejarahnya … Entah tahun depan namanya apa lage ?

N.B. : Untuk timeline, kalo ada yang mau ditambah ato ada yang salah, comment aja gw. OK ?

Salah siapa ? Mulutmu atau Telingaku ?

Bisa jadi, kelas sepuluh ge yang saya tempati hampir setahun ini dan yang bakal ditinggal karena mau hijrah ke kelas sebelas adalah kelas pang-unik-na sadunya. Entah mengapa gitu, hari ini, satu lagi kejadian unik yang sudah lumrah terjadi yaitu kesalahpahaman karena ketidakjelasan (bingung mencari istilah yang tepat untuk mengganti itu).

Mengapa saya katakan itu ? Beberapa kasus yang serupa membuat satu kelas kebingungan. Entah siapa yang menjadi pelaku dan korbannya. Sungguh.

Saya ambil contoh kasus hari ini.

Pagi hari, Bu Elly H. (Wali Kelas) datang dengan salamnya yang khas disertai stress (tekanan pada suku kata) yang unik.

Assalamu’alaikum!

Kebetulan hari ini adalah hari Jum’at. Waktunya membaca Al-Qur’an massal. Lima ayat kami baca dengan gaya baca Qur’an kita masing-masing. Dari mulai yang bisik-bisik kucing sampe kaya sound system 10.000 watt. Sesudah itu, 

Bu Elly : …. Ibu itu bingung. Kalian itu memang kelas yang paling aneh.

Anak2 : (bingung)

Bu Elly : Entah kalian lupa atau tidak mendengarkan apa yang sudah Ibu katakan.

Anak2 : (tambah bingung)

Bu Elly : Kalian semua mengumpul puisi yang terbaik menurut kalian tetapi tidak memenuhi syarat.

Anak2 : (bingung bab 2)

Bu Elly : Ibu sudah beritahu. Untuk puisi, disebutkan judul, pengarang, masalah yang ada, solusi dan sebagainya.

Saya : (ooo… yang itu. Kan Ibu bilangnya hanya mengumpulkan puisinya saja, tanpa kejelasan)

Flashback : Bu Elly : ” … Kalian fotocopy puisinya dan serahkan puisinya kepada kelompok – kelompok yang lainnya.”

Begitulah kasusnya, tolonglah kami para pembaca. Abang CEO butuh bantuan.

Siap – siap Olimpiade Fisika Tk. Kota Bandung *yang kedua kalinya

Hari ini, gue dapet ulangan Biologi tentang Animalia. Untung aja open book, coba aja kalo nggak. Dijamin mampus total! Secara gitu, bab tertebal sepanjang kelas X SMA itu pasti Animalia. Udah olahraga jari pagi – pagi, muncul Fisika, melanjutkan bahasan sebelumnya yaitu Listrik Dinamis.

*** (serasa cerpen, halah)

Trus, bel intirahat berbunyi dan datang sebuah kertas pada meja guru kelas gue. Di situ tertulis,

SURAT DISPENSASI

LATIHAN OLIMPIADE FISIKA KOTA BANDUNG

….

….

….

FAUZAN ALFI AGIRACHMAN

Akhirnya, dispen juga. Gue beresin tuh buku masukin tas yang berat gara – gara bawa Makbuk Blek. Langsung aja ke Lab. Fisika.

Sampe di area Lab., gue liat ternyata tim Biologi ama Kimia juga kumpul – kumpul di Lab-nya masing – masing. Trus, masuk ke Lab. Fisika dan ketemu ama yang laen.

Di sana, langsung gua tempa otak malas ini dengan soal Fisika yang wah. Alhasil, udah jam 2 siang lagi. Gue ama yang lain langsung cabut. Eits …, sebelumnya kita berdoa dulu. Semoga besok lancar. Amin.

Trus, gua cabut dan {seperti biasa} gua ke TBI, melihat keadaan rakyatku.