Mencicipi Marugame Udon & Tempura di Trans Studio Bandung

Setelah kemarin diberi kesempatan untuk icip-icip perdana di restoran makanan Barat, sekarang giliran icip-icip perdana makanan dari Timur. Yap, Alhamdulillah saya mendapat kesempatan untuk menghadiri pre-opening dari restoran Marugame Udon & Tempura di Trans Studio Mall (TSM), Bandung pada 17 November 2014 kemarin. Letak outletnya sendiri dekat dengan outlet Wendy’s dan A&W, arah-arah ke pintu masuk Trans Studio Bandung di lantai 2 TSM.

Restoran Marugame Udon & Tempura TSM sendiri merupakan outlet pertamanya di kota Bandung dan outlet ke-12 se-Indonesia. Sebelumnya, Marugame Udon & Tempura sudah hadir duluan di Jakarta, Surabaya dan Bali. Menyusul Bandung, Marugame juga akan hadir di Medan dan Balikpapan.

Tampilan dari outlet Marugame Udon & Tempura (atau sebut saja Marugame Udon) ini terbilang unik. Selain mengusung tema nuansa Jepang (pastinya), pengunjung dapat melihat langsung proses bagaimana udon dimasak dari mentah menjadi matang, bagaimana tempura itu digoreng dan disajikan dan bagaimana para pegawainya bolak-balik di area dapur. Mereka menyebutnya dengan konsep Open Kitchen.

'Open Kitchen' ala Marugame Udon. Kita jadi tahu bagaimana prosesnya.

‘Open Kitchen’ ala Marugame Udon. Kita jadi tahu bagaimana prosesnya.

marugame_menu_udon-1

Menu Udon di Marugame

Menu Tempura di Marugame

Menu Tempura di Marugame

Selain itu, mereka pun mengandalkan konsep ‘Freshly Cooked’ di mana udon dan tempura baru dimasak ketika pembeli baru memesan. Untuk menjaga kualitas, udon dan tempura hanya dapat di-display tidak lebih dari 20 menit. Kalau lebih dari itu, langsung ditarik dan diganti dengan yang baru. Fresh banget!

Tempuranya itu loh... boleh icip satu?

Tempuranya itu loh… boleh icip satu?

Tanpa panjang lebar, saya langsung memesan udon dan tempuranya. Ketika mengantri, saya disambut dengan hangat oleh para juru masak dan penyaji. Nah, urutan antriannya itu adalah memesan udon, mengambil udon yang telah jadi, menambahkan topping tambahan (bila mau), mengambil tempura yang diinginkan dan terakhir, tidak lain dan tidak bukan adalah membayar di kasir.

Kebetulan, saya mencoba Niku Udon alias udon dengan daging sapi ditambahkan secangkir ocha dingin dan tiga macam tempura: Kakiage alias tempura sayur alias bala-bala Jepang, Chili Chicken Tempura dan Ebi Tempura alias tempura udang. Sekilas saya melihat porsinya lebih dari cukup sebagai makan besar. Dan memang, sangat cukup. Pertama kalinya saya mendapati udon dan tempura yang sangat mengenyangkan. Jadi, bila Anda mampir ke sini sekedar untuk icip-icip, lebih baik pesan seporsi berdua.

Oishii!!

Oishii!!

Pertama, kita bahas Niku Udon. Tekstur udonnya sangat kenyal dan nikmat bila disluurp langsung ke dalam mulut. Dagingnya pun empuk. Kuah kecap Jepang (aduh lupa namanya…) pun cukup kentara. Adapun saya menambahkan cabe rawit, raranguan tepung tempura dan bawang daun. Saya sarankan bagi yang suka pedas, harap tambahkan cabe rawit. Nikmatnya tiada dua!

Sekarang kita ke tempuranya. Bala-bala Jepang alias Kakiage nya sangat renyah dan kolnya manis. Tempura udangnya pun enak dan seperti tempura udang pada umumnya. Hanya ukurannya lebih besar. Nah, yang unik itu adalah Chili Chicken Tempura yaitu cabe hijau yang isinya dibuang dan diganti dengan daging ayam yang telah dibumbu. Saya suka yang satu ini dan menjadi tempura favorit saya.

Simpulan dari saya: Marugame Udon memberikan pengalaman baru bagi saya seperti apa cita rasa udon dan tempura asli Jepang. Menarik sekali dan porsinya sangat mengenyangkan. Sangat direkomendasikan bagi mereka yang ingin makan udon dan tempura yang mengenyangkan serta harganya terjangkau. Sistem antriannya agak berbeda dengan outlet makanan lainnya terutama soal ‘pesan dulu atau cari tempat duduk dulu’. Bagi orang Indonesia pada umumnya, mereka harus menyesuaikan diri. Ya, ini masalah budaya saja.

Selamat mencoba!

Yuk #MakanEnak Hidangan Lele di Kedai Lele

Siapa yang tak kenal lele? Ikan yang satu ini memang terkenal di Indonesia, apalagi menjadi olahan panganan utama. Mungkin kita sudah sering mendengar pecel lele, salah satu olahan lele paling terkenal dan mudah ditemukan. Nah, kali ini saya mencoba panganan utama dengan bahan utama ikan lele di Kedai Lele.

Nah ini dia. Kedai Lele, Jalan Sukabirus.

Nah ini dia. Kedai Lele, Jalan Sukabirus.

Di Kedai Lele, terdapat 6 jenis menu olahan lele yaitu Lele Asam Manis, Lele Goreng Tepung, Lele Rica-Rica, Lele Teriyaki, Lele Lemon (asa lucu kalo nyebut menu yang satu ini) dan Lele Sechuan. Berhubung hari ini belum makan yang pedes-pedes, ya saya langsung pesan saja Lele Rica-Rica. Teh Lulu, sang pemilik kedai memang merekomendasikan menu tersebut dan termasuk best seller! Ternyata saya gak salah memilih menu :bd

Setelah dimasak, akan siap disajikan.

Setelah dimasak, akan siap disajikan.

THIS IS IT! Lele Rica-Rica ala Kedai Lele.

THIS IS IT! Lele Rica-Rica ala Kedai Lele.

 

Dan… TARAAAAA! Lele Rica-Rica pun siap ‘dihajar’

Rasa pedas dari Lele Rica-Rica cukup membuat saya berkeringat. Ternyata, sambal rica-ricanya dibuat dari 3 macam cabe termasuk cabe rawit domba atau ceuk urang Sunda mah céngék Domba. Makin pedes aja tapi rasanya gurih menggelora. Ditambah lagi, daging ikan lele yang dibalut tepung dan digoreng kering. Asiknya lagi, daging ikan lelenya tidak bau tanah/lumpur. Mantep dah! Dan satu lagi yang saya suka dari makanan ini adalah tidak sama sekali menggunakan vetsin. Gurih alami karena racikan bumbu yang pas!

HAP HAP HAP! Gak kerasa seporsi Lele Rica-Rica pun habis dilahap dibantu dengan dua, iya dua botol air mineral dingin sebagai ‘pemadam’ kepedesan. Alhamdulillah.

Daging lele dan bumbunya yang dibekukan

Daging lele dan bumbunya yang dibekukan

Sehabis itu, saya melihat dapur penyajiannya. Ternyata, semua bahan itu sudah diolah dan dimasak terlebih dahulu di rumah. Ikan lele nya pun hasil ternak sendiri. Lalu, baik daging lele dan bumbu masakannya pun dibekukan sehingga dapat bertahan hingga berbulan-bulan. Walaupun begitu. keduanya tidak bertahan lama karena keburu habis diborong para pembeli. Hihihi…

Bagi kamu yang ingin mencoba olahan daging ikan lele yang ajib, Kedai Lele menjadi destinasi kamu berikutnya. Lokasi Kedai Lele ada dua yaitu di Jalan Sukabirus depan Indomaret dekat Telkom Engineering School – Telkom University (dulu IT Telkom/STT Telkom), Bandung dan Jalan Tamansari bawah dekat Unisba. Buat yang dari luar kota dan ingin mampir ke Bandung, jangan lupa mampir ke kedai yang satu ini.

Kamu juga ikuti mereka di Twitter @kedailele atau di Facebook: Kedai Lele. Mau delivery? Telpon aja ke 02273988501 untuk cabang Sukabirus dan 02261456147 untuk cabang Tamansari

Sampai ketemu di petualangan #MakanEnak selanjutnya!

Bersama Blogger Bandung di Kedai Lele

Bersama Blogger Bandung di Kedai Lele