Makna Hari Pahlawan Bagi Saya

Hari ini. 10 November 2012.

Untuk kesekian kalinya, kita merayakan Hari Pahlawan. Sejatinya, Hari Pahlawan dirayakan pada 10 November bertepatan dengan peristiwa penyerangan Belanda ke kota Surabaya.

Namun sebenarnya, Hari Pahlawan bisa bermakna lebih luas lagi. Hari Pahlawan adalah hari dimana kita masih mengakui adanya pahlawan di negeri ini. Siapapun itu dan di mana pun itu jika dia atau mereka adalah pahlawan bagimu, ucapkan rasa terima kasihmu padanya. Dan tak lupa ucapkan puji syukur kepada-Nya karena engkau telah dipertemukan dengan dia sebagai pahlawan dalam hidupmu.

Bagiku. Pahlawanku adalah ayah dan ibuku.

Selamat Hari Pahlawan!

Quick Review: HTC Windows Phone 8X dan 8S

Setelah merilis Windows 8 di Indonesia, Microsoft pun bersiap-siap untuk merilis sistem operasi mobile terbaru, Windows Phone 8. Pada hari Selasa kemarin, saya diundang oleh Microsoft Indonesia untuk menghadiri blogger gathering pre-launch di kantor mereka di bilangan SCBD Jakarta. Di sana, saya dan beberapa blogger, diperkenalkan dengan platform Windows 8 yang baru saja dirilis di Indonesia dan Windows Phone 8 beserta SDK-nya. Namun yang menarik di pertemuan kali ini, untuk pertama kalinya HTC memperkenalkan Windows Phone 8X dan 8S di Indonesia.

Head of Product Marketing HTC Indonesia, Samudro Seto, menjadi pemandu kami dalam perkenalan Windows Phone 8X dan 8S by HTC. Samudro menyebutkan bahwa 8X dan 8S merupakan satu-satunya varian produk Windows Phone yang menyematkan brand Windows Phone pada produknya.

Di dalam presentasinya pula, Samudro menjelaskan berbagai keunggulan dua ponsel pintar ini. Dari segi desain, HTC 8X dan 8S diilhami dari Tiles yang menjadi tampilan utama Windows Phone. Ketika saya mencoba menggunakannya, kedua ponsel ini sangat nyaman untuk digenggam terutama 8X karena menggunakan bahan polycarbonate. Sayangnya, 8S hanya menggunakan plastik berkualitas tinggi saja.

Perbedaan yang mencolok antara HTC 8X dan 8S adalah kamera depan, ukuran layar, microSD dan berat-ringannya dari ponsel itu sendiri. Kamera depan sebesar 2 megapixel hanya dibenamkan di HTC 8X. Yang paling keren dari kamera depan ini adalah dia mampu mengambil gambar hingga menjangkau 88 derajat dari hadapan kamera. Sehingga, kamu akan mendapati gambar lebih lebar dengan kamera depan. Kamera belakang yang dibenamkan di HTC 8X sebesar 8 megapixel dan 5 megapixel pada HTC 8S. Kedua kamera memiliki fitur autofocus dan f2.8 aperture sehingga sangat baik dalam mengambil gambar suasana kurang cahaya.

Layar yang dibenamkan pada 8X lebih lebar daripada yang dimiliki 8S. Windows Phone 8X memiliki layar 4.3 inci dan 8S sebesar 4 inci. Kapasitas ruang penyimpanan yang dimiliki 8X hanya 16 GB tetapi tidak dapat diperluas dengan microSD tambahan. Sementara itu, 8S hanya memiliki ruang penyimpanan sebesar 4 GB saja namun dapat diperluas dengan microSD. HTC 8X memiliki berat 130 gram dan diandalkan sebagai ponsel pintar yang paling ringan di dunia bahkan lebih ringan dari iPhone 5. Satu hal lagi dan layaknya pada seri HTC One, HTC 8X dan 8S pun dibenamkan fitur Beats Audio untuk menambah pengalaman mendengarkan musik

Saat sesi informal, saya sempat berbincang-bincang dengan Pak Samudro dari HTC bersama Wiku dari Trenologi. Pak Samudro menyebutkan bahwa kedua produk ini akan dirilis ke pasar Indonesia pada minggu ke-4 bulan November ini dan akan menggandeng Telkomsel serta XL sebagai partner penyediaan paket bundling.

Kesimpulan

Sejauh ini, Windows Phone 8X dan 8S by HTC merupakan smartphone dengan Windows Phone terbaik yang pernah ada dan pernah saya coba. Yang saya paling suka dari HTC 8X dan 8S adalah bentuknya yang sangat nyaman ketika digenggam dan kameranya yang luar biasa. Saya pun berharap bisa mencoba ponsel ini lebih lama dan mengupasnya lebih banyak lagi, semoga suatu saat saya diberi kesempatan itu. Walaupun begitu, saya sangat merekomendasikan kedua ponsel ini terutama Windows Phone 8X untuk Anda miliki.

Kedua ponsel ini menggunakan Windows Phone 8 dengan tampilan Windows 8 Style UI (nama baru dari Metro UI) yang sangat menyegarkan. Ditambah lagi, fitur Kid’s Corner yang memberi ruang bagi anak anda menggunakan ponsel tanpa mengganggu data kita dan Room yang memungkinkan kita mengirimkan pesan singkat gratis dan berbagi gambar hanya dengan kelompok orang yang kita kehendaki. Dua hal yang paling krusial dan hilang di Windows Phone 7.x seperti akses ke USSD code dan mengambil screenshot pun akhirnya muncul di Windows Phone 8.

Secara user experience, Windows Phone 8 lebih unggul dari Android. Walaupun sudah ada 150.000 aplikasi di Windows Phone 8 Store, ekosistem aplikasi harus terus dikembangkan. Hei, para developer, sudahkah kamu mengembangkan aplikasimu di platform Windows Phone 8?

Quick Review: Samsung Galaxy Note II

Ini merupakan pertimbangan gadget paling galau di hidup saya. Memilih antara Galaxy Note II dengan iPhone 5. Namun pada akhirnya, saya memutuskan untuk memilih Galaxy Note II dan kemudian menanti iPod touch 5th generation karena desainnya lebih lucu dan berwarna. Hhe.

Sudah beberapa hari, saya menggunakan Galaxy Note II ini sebagai primary smartphone saya. Ada beberapa keunggulan dan kekurangan dari generasi penerus Galaxy Note ini. Tanpa basa-basi, ini dia ulasan cepat saya untuk Galaxy Note II,

Hardware

Sama seperti perangkat Samsung lainnya, badan Galaxy Note II terbuat dari plastik dan terkesan murahan. Memang sangat disayangkan sekali. Layarnya yang berukuran 5.5 inci memang sangat kebesaran dibandingkan smartphone lainnya. Terkadang sulit untuk digunakan dengan satu tangan dan terkadang terlalu ribet untuk digunakan dengan dua tangan. Walaupun begitu, Galaxy Note II terasa nyaman untuk digenggam dengan tangan saya.

Banyak sekali fitur yang sama dengan Galaxy SIII dibenamkan pada Galaxy Note II. Tetapi, kebanyakan dari fitur itu sulit untuk digunakan bahkan setelah saya membaca tutorial yang diberikan. Ya, sangat membingungkan. Satu-satu fitur yang saya suka adalah menyapukan layar dari kanan ke kiri untuk mengambil screenshot layar. Unik, fungsional namun masih terasa kurang sreg untuk dilakukan.

NFC? Belum banyak perangkat yang beredar menggunakannya secara reguler sehingga saya belum dapat mencobanya.

Software

Galaxy Note II menggunakan Android 4.1.1 Jelly Bean dengan balutan TouchWiz UI. Mudah digunakan dan belum ada crash yang berarti hingga saat ini. Kecuali… ada satu layanan bernama CloudAgent yang membuat saya frustasi. Karena layanan itu, saya tidak bisa mengakses galeri foto saya. Satu-satunya cara adalah mematikan layanan itu via Application Manager.

Itulah yang saya suka dari Android. Mengeksekusi aplikasi jeroan dengan mudah layaknya tukang jagal. Terbuka Android atau bisa saya bilang… mudahnya Android untuk ditelanjangi memudahkan pengguna untuk mengkustom segala pengaturan yang ada hingga memasang custom ROM. Tetapi, buruknya dari keterbukaan ini adalah waktu kita hanya habis untuk mengkustom perangkat Android kita daripada menyelesaikan berbagai pekerjaan kita yang jauh lebih penting.

Ketika dipakai sehari-hari

Saya sangat suka S-Note dan S-Pen di Galaxy Note II. Saya sangat senang menggunakannya untuk menemukan berbagai ide desain rancangan tugas studio saya, hanya dengan langsung mencorat-coret di atas gambar preseden yang temukan di web. That’s it!

Lari? Ada aplikasi Nike+ Running yang bisa didapatkan dari Play Store. Namun dari percobaan yang saya lakukan, ‘sang pemandu lari’ terus bersuara ketika Galaxy Note II bergoyang mengikuti gerakan lari saya. Sangat. Mengganggu.

Kesimpulan cepat

Galaxy Note II adalah phablet terbaik dan (mungkin) terburuk yang pernah saya miliki. Memang. Karena ini adalah phablet pertama saya. Masih banyak hal yang harus diperbaiki Samsung, terutama dalam hal user experience. Bila kekacauan tidak pada Samsung, pasti kekacauan UX ada pada Android buatan Google sendiri. Ada kemungkinan saya akan melepas perangkat ini lebih cepat dari sebelumnya dan memutuskan untuk menukarnya dengan iPhone 5 bila sudah hadir resmi di Indonesia dan bila Samsung tidak segera memperbaiki masalah kecil namun sangat mengganggu itu.

Ngeblog Di Era Social Media

“Selamat Hari Blogger Nasional! Kapan terakhir kamu update blog-mu?”

Tweet bernada seperti ini banyak bermunculan hari ini. Tak ada salahnya dengan tweet tersebut karena kebanyakan para narablog mulai jarang memutakhirkan blog masing-masing. Yang ada pun malah sering mengoceh di Twitter. Mengapa hanya Twitter? Bagaimana dengan Facebook?

Ya. Twitter memang sebuah microblogging platform. Sekali ngepost cuma 140 karakter saja. Memudahkan bagi siapapun yang ingin berbagi banyak ide sepintas dalam sekejam. Tapi… kalo sudah pakai Twitter, ya gak usah kultwit juga! Ya. Bisa saya bilang bahwa kultwit itu sebuah penyimpangan penggunaan Twitter dan perbuatan sengaja melupakan kegunaan sejati sebuah blog.

Bagaimana dengan Facebook? Saya pribadi menggunakan Facebook sebagai identitas dan galeri kehidupan pribadi saya di dunia maya. Bagi yang ingin membuat identitas daring yang lebih sederhana, kamu bisa gunakan About.me. Memang tak banyak yang saya bagikan di Facebook kecuali foto dan berbagai aktivitas dari aplikasi lainnya yang sudah saya hubungkan.

Sekarang siapa pun memang bisa ngetweet, menyumbang ide atau bahkan nyampah dengan 140 karakter atau 256 karakter bagi pengguna App.net. Tetapi, hanya sedikit orang yang mampu menulis sebuah post yang baik dan bermanfaat. Lupakan segala macam teknis SEO karena SEO adalah akun media sosialmu sendiri.

Apa yang bisa narablog/blogger lakukan di era sosial media ini?
Keep posting your thoughts since your posts would never be drowned by any kind of ‘timeline’!

Catatan: Tulisan ini diterbitkan untuk merayakan Hari Blogger Nasional ke-5

Resign

Saya menulis ini di kala deadline sebuah artikel. Saya mencoba untuk melepaskan jangkar beban di pikiran saya akibat sikap yang telah diambil sejauh ini.

Sebuah amanah memang sangatlah berat. Sebuah pertanggungjawaban menanti di akhir perjalanannya. Sang pengampu menjadi subjek dan objek dalam kasus ini.
Saat ini.
Saya seorang mahasiswa tingkat 3 prodi Arsitektur ITB.
Saya seorang penulis di MakeMac.com
Saya seorang Representative dari Mozilla.
Saya seorang kurator dan social media manager untuk TEDxBandung.
Saya seorang komandan komunitas blogger Batagor.Net
Saya seorang anak dari kedua orang tua saya.
Saya seorang Hamba Allah.
Kewajiban saya sebagai seorang anak tidak bisa ditinggalkan.
Kewajiban saya untuk beribadah kepada-Nya tidak bisa ditinggalkan.
Kewajiban saya sebagai seorang mahasiswa tidak bisa ditinggalkan.
Namun yang terjadi, konsentrasi saya dialihkan dari tiga poin penting di atas.
Pilihan yang terngiang di kepala saya adalah ‘resign’ dari salah satunya. Mungkin anda yang sedang membaca tulisan ini menyarankan saya untuk mengatur manajemen waktu saya. Ya, saya sudah mengaturnya dan apa yang terjadi? Unexpected things happened. Semuanya tumpang tindih dan membuat semuanya kacau.
Resign but which one?