Resign

Saya menulis ini di kala deadline sebuah artikel. Saya mencoba untuk melepaskan jangkar beban di pikiran saya akibat sikap yang telah diambil sejauh ini.

Sebuah amanah memang sangatlah berat. Sebuah pertanggungjawaban menanti di akhir perjalanannya. Sang pengampu menjadi subjek dan objek dalam kasus ini.
Saat ini.
Saya seorang mahasiswa tingkat 3 prodi Arsitektur ITB.
Saya seorang penulis di MakeMac.com
Saya seorang Representative dari Mozilla.
Saya seorang kurator dan social media manager untuk TEDxBandung.
Saya seorang komandan komunitas blogger Batagor.Net
Saya seorang anak dari kedua orang tua saya.
Saya seorang Hamba Allah.
Kewajiban saya sebagai seorang anak tidak bisa ditinggalkan.
Kewajiban saya untuk beribadah kepada-Nya tidak bisa ditinggalkan.
Kewajiban saya sebagai seorang mahasiswa tidak bisa ditinggalkan.
Namun yang terjadi, konsentrasi saya dialihkan dari tiga poin penting di atas.
Pilihan yang terngiang di kepala saya adalah ‘resign’ dari salah satunya. Mungkin anda yang sedang membaca tulisan ini menyarankan saya untuk mengatur manajemen waktu saya. Ya, saya sudah mengaturnya dan apa yang terjadi? Unexpected things happened. Semuanya tumpang tindih dan membuat semuanya kacau.
Resign but which one?

2 Comments

Leave a Comment.