Lima belas menit yang menentukan

Untuk pertama kalinya dalam hidup gw, gw musti melawan (*bukan melawan sih, hanya berbalapan) dengan sesuatu yang abstrak dan sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia untuk selamanya yaitu waktu. Buat menandingi waktu, ga perlu fitness berlebihan dan dada bidang kotak–kotak kaya cetakan kue balok tapi yang kita butuhkan hanya satu yaitu KEDISIPLINAN.

Beberapa hari yang lalu, gw musti berbalapan (lagi) dengan yang namanya waktu. Bukan karena sedang ujian. Bukan karena telat dateng ke sekolah. Bukan karena sedang mabal keluar kelas trus beli satu cup yang berisi penuh pisang ijo, makanan favorit gw saat ini. Tapi, untuk sesi pemotretan.

Kok pemotretan musti berbalapan dengan waktu. Ini bukan sembarang pemotretan. Tetapi, untuk pemotretan aplikasi pemegang SIM !!! Waktu yang diberikan untuk sampai dari sekolah sampe Polwiltabes Bandung cuma 15 menit ! Kenapa musti 15 menit?? Karena gw pulang sekolah itu jam 12.45 dan pemotretan ditutup pas jam 13.00. Sementara jarak keduanya setelah gw ukur pake Google Earth ternyata sekitar 800 meteran dan itu adalah rute terpendek dengan plus–plus jalan tikus. *berlebihan banget.

Beruntunglah, guru Matematika gw sedang ngga ngajar dan tetap tidak ngajar sampe pelajaran selesai. Untung jam pelajarannya, terletak di akhir hari. Gw ambil 5 menit terakhir dari pelajaran si bapak. Langsung caw dengan berjalan kaki!

Dengan jarak 800 meter, kita berhasil sampai di Polwiltabes dengan waktu hanya 11 menit. Berarti :

Kecepatan berjalan kaki = 800 meter / 11*60 sekon = 1,21 m/s

*lumayanlah untuk skala berjalan kaki sambil rurusuhan

Sesampainya di sana, gw pergi ke loket SIM dan langsung masuk ke bagian pemotretan.

Polisi : Silakan mas tanda tangan dulu disana!

Gw : Di mana pak ??

Polisi : Di bak situ

Gw meraba bak yang kosong melompong.

Gw : Ga ada pak.

Polisi : Bukan yang itu! Yang sebelah sana!

Gw : Ooooo …

Gw langsung tanda tangan dan membawa secarik kertas bertuliskan tanda tangan gw yang sangat berharga.

Tak lama kemudian …

Polisi : Silakan duduk!

Gw langsung duduk trus pak polisi–nya konfirmasi tentang identitas gw, trus sidik jari dan saatnya pemotretan. Sumpah! Ga kerasa! *nya heu’euh lah. ga pake blitz sagala.

Polisi : Silakan ditunggu di loket 7!

Gw dengan polosnya menunggu di depan loket 7 dan ….

VOILA!!!

AKU PUNYA SIM C!!!

Inti dari pengalaman ini : Hargailah waktu, sekalipun waktu yang lu perlukan dari meja komputer lu ke kasur kesayangan lu.

12 Comments

  1. Pingback: tatuaggi
  2. Pingback: telephonie mobile

Leave a Comment.