Festival Jajanan Bango 2008 :: Bukti Cinta Masyarakat Akan Warisan Kuliner Nusantara

Bandung (KS.org)
Meskipun jaman sudah berganti menjadi jaman globalisasi, namun masyarakat Indonesia masih tetap sangat mencintai makanan – makanan khas Nusantara di tengah serbuan makanan – makanan yang berasal dari luar Indonesia. Hal ini ditandai dengan serbuan masyarakat ke Festival Jajanan Bango 2008 di Lapangan Gasibu Bandung.

Masyarakat Kota Bandung menikmati beraneka ragam makanan dari kota yang dijuluki sebagai Parisj Van Java ini. Dari mulai baso tahu goreng yang diwakili oleh Batagor Riri hingga makanan manis penutup yang sangat terkenal seantero Jawa Barat bahkan Indonesia yaitu Es Oyen.

Antusiasme masyarakat akan Festival Jajanan Bango sangat membludak. Bahkan, jika kita datang ke sana, serasa seperti lautan manusia yang berduyun – duyun ingin menikmati berbagai macam kuliner khas Bandung. Tidak ada satu meja tidak terisi oleh pengunjung. Akibat dari membludaknya jumlah pengunjung, kondisi lalu lintas sekitar kawasan Gasibu sangat padat. Tidak macet hanya padat merayap.

Saat waktu menunjukkan pukul 15.00 WIB dan langit sudah terlihat mendung, hujan mulai turun dengan derasnya. Namun dengan hujan yang sangat deras ini, tidak menyurutkan niat masyarakat untuk datang ke Festival Jajanan Bango ini.

***

n.b. : Posting ini didedikasikan untuk mengikuti Lomba Blog Bango 2008.

1 Comments

Leave a Comment.