Greener Earth on Kompas | Remaja Bersihkan Taman Maluku

BANDUNG, KOMPAS – Jelang peringatan Hari Lingkungan Hidup yang jatuh pada 5 Juni, sejumlah remaja mengadakan acara membersihkan Taman Maluku, Kota Bandung. Mereka berharap, dari gerakan seremonial tersebut akan terbentuk gaya hidup cinta lingkungan di kalangan remaja.

Acara bersih-bersih Taman Maluku merupakan salah satu bagian peringatan Hari Lingkungan Hidup bertema “Greener Earth, a Small Step to Environmental Awareness-bumi yang makin hijau, sebuah langkah kecil menuju kesadaran lingkungan”. Acara diselenggarakan oleh English Club The British Institute (TBI). Ada sekitar 100 peserta yang ikut melakukan bersih-bersih. Sebagian besar adalah remaja, sisanya orang dewasa, termasuk ekspatriat yang bekerja di TBI. Di antara peserta dari English Club TBI, hadir juga remaja dari komunitas Bandung Kota Blogger atau Batagor.

Mereka memilih membersihkan Taman Maluku karena taman tersebut dinilai sebagai kawasan taman hijau yang kotor, tetapi masih bisa dibersihkan dengan cara-cara sederhana. Selain Taman Maluku, mereka melakukan aksi berjalan kaki dari Taman Maluku melintasi Jalan Kalimantan dan sampai di Jalan Jawa di gedung TBI, Bandung. Selama berjalan kaki, mereka tetap memungut sampah dan memasukkan dalam kantong plastik.

Sampah yang dipungut dari Taman Maluku dan di sepanjang perjalanan dibawa ke gedung TBI untuk dipilah. “Sampah yang bisa didaur ulang akan kami daur ulang dan yang bisa kami jual akan kami jual. Dana yang didapat digunakan untuk program pengembangan lingkungan hidup,” kata Yudistira Ahmad (15), ketua panitia acara tersebut.

Fauzan Alfi Agirachman (15), penanggung jawab acara, berharap dengan adanya acara bersih – bersih di kalangan remaja menjadi lebih berempati pada lingkungan sehingga mereka bisa berpikir ulang ketika akan membuang sampah, Misalnya, mereka akan pikir-pikir membuang sampah sembarang karena teringat petugas kebersihan yang setiap hari harus membersihkan tempat umum, tetapi terus-menerus dikotori.

Gaya hidup bersih

Dengan timbulnya empati di kalangan banyak anak muda, Fauzan dan Yudistira berharap bisa terbentuk budaya cinta kebersihan yang terimplementasi dalam gaya hidup peserta. “Mudah-mudahan Kota Bandung yang dulu merupakan Kota Kembang tidak terus menjadi kota sampah,” kata Fauzan.

Sementara itu, salah seorang peserta, Andi Rahmat (22), tertarik pada gerakan membersihkan lingkungan bersama-sama di kalangan remaja. Setidaknya dengan membersihkan lingkungan bersama di kalangan remaja. Setidaknya dengan membersihkan lingkungan bersama, mereka bisa merasakan pendidikan lingkungan secara nyata. “Terutama pendidikan untuk membangkitkan keberanian kami membersihkan lingkungan yang berada di ruang publik. Kalau tidak ramai-ramai kan malu juga bersih-bersih taman kota sendirian,”katanya.

Karena fungsinya sebagai ajang edukasi, acara-acara peduli lingkungan, meski hanya seremonial, menurut Andi tetap harus dilakukan. Ia dengan komunitas Batagor sudah beberapa kali mengadakan acara peduli lingkungan yang salah satu acaranya adalah memunguti sampah di berbagai daerah di kota Bandung, antara lain di sekitar Gasibu, Jalan Ir H Djuanda, Tegalega, dan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.